Di tengah pandemi, bisnis logistik melonjak hampir 400 persen

Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah pandemi Covid-19 yang telah memporak porandakan sebagian sektor ekonomi, bisnis jasa logistik menjadi salah satu sektor yang justru tumbuh signifikan dan menopang ekonomi selama pandemi. Apalagi pembatasan sosial dan aktivitas masyarakat mendorong penggunaan jasa pengiriman barang melalui perusahaan kargo.

Berdasarkan data perusahaan konsultan bisnis RedSeer, pertumbuhan bisnis jasa logistik selama pandemi Covid-19 tumbuh hingga 100 persen, bahkan mencapai puncak tertinggi sepanjang September 2020 dengan pertumbuhan hampir 400 persen. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan penggunaan layanan e-commerce dan marketplace yang meningkat 69 persen selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia.

CEO TrwalBens, Beni Syarifudin menjelaskan, sebagai start-up aplikasi kargo pertama di Indonesia, pihaknya menawarkan jasa door to door yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam kegiatan pengiriman atau perpindahan barang dari dan ke seluruh Indonesia.

"Trawlbens dapat menjadi solusi permasalahan logistik yang dihadapi oleh para UMKM selama ini dimana harga ongkos kirim yang mahal," ujarnya di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Dengan kehadiran aplikasi kargo Trawlbens, lanjut biaya logistik atau ongkos pengiriman bisa turun 70-80 persen dari kondisi saat ini. Perusahaan hadir untuk memberikan layanan dan harga yang bukan hanya kompetitif, tapi murah.

"Jadi masyarakat dan UKM bisa berkembang. Kalau UKM tumbuh, hal itu akan menyerap ribuan pekerjaan kan," ucapnya.

Beni menilai masyarakat atau UKM di berbagai daerah di Indonesia masih kesulitan jika mendapat pembeli dari daerah lain seperti Kalimantan atau Papua karena terbentur dalam ongkos pengiriman yang sangat tinggi. Apalagi saat ini, menurut dia, terjadi anomali dalam ongkos pengiriman di negeri ini.

"Ongkos pengiriman dari China ke Indonesia bisa Rp9.000/kilogram. Tapi mengapa dari Jakarta ke Makassar justru Rp30 ribu/kg, atau Jakarta ke Manado kenapa Rp 60 ribu/kg. Ini kan aneh. Bagaimana mungkin UMKM bisa bersaing dan berkembang dengan ongkos kirim yang begitu mahal," tegasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Trawlbens sebagai pioner aplikasi kargo pertama di Indonesia berupaya menghadirkan solusi terbaik bagi customer. "Selain fokus pada kepuasan pelanggan dan customer, Trawlbens juga fokus memperluas jaringan dengan membuka peluang kemitraan seluas-luasnya," ujarnya.

Pada tahap awal, Trawlbens membuka lima kemitraan yakni mitra business, mitra space, mitra pool warehouse, mitra kurir motor, mitra transporter mobil.

"Dengan menjadi mitra Trawlbens, Anda berpeluang memperoleh penghasilan hingga Rp30 juta per bulan dan menjadi mesin penggerak ekonomi Indonesia. Mari raih sukses bersama Trawlbens," pungkas Beni. kbc10

Bagikan artikel ini: