Layang-layang bikin sebagian wilayah Madura padam

Minggu, 11 Oktober 2020 | 09:04 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur kembali mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dekat dengan jaringan listrik. Imbauan ini dikeluarkan setelah pada Sabtu (10/10/2020) pemadaman akibat layang-layang kembali terjadi di wilayah Jawa Timur. Kali ini, gangguan padam terjadi di sebagian wilayah Madura.

Senior Manager General Affairs PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Rasyid Naja mengatakan, gangguan kembali terjadi diakibatkan oleh layang-layang pada penghantar 150kV Ujung-Bangkalan yang menyebabkan Gardu Induk Sumenep, Pamekasan & Guluk-Guluk padam pada pukul 14.56 WIB, Sabtu (10/10/2020).

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi pada Penghantar 150kV Manisrejo-Nganjuk 1&2 yang menyebabkan padam meluas hingga 8 Kabupaten di Jawa Timur.

"Tim PLN dengan sigap melakukan evakuasi layang - layang yang mengenai penghantar 150 kV usai hujan reda dan kondisi dinyatakan aman," kata Rasyid Nakgja.

Tim Unit Induk Transmisi JBTB telah berhasil mengevakuasi layang - layang yang menjadi penyebab terjadinya padam. Tepat pada pukul 17.56 WIB sistem telah kembali normal, sehingga beban puncak Madura yang mencapai 270 MW kembali dapat disupplay penuh oleh PLN dan resiko padam lebih luas dapat dihindarkan.

"Dengan respon cepat Tim PLN UP3 Pamekasan, pada pukul 18.11 WIB sudah tidak ada lagi pelanggan terdampak padam. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, semoga hal ini tidak akan terjadi lagi ke depan," tegasnya.

Ia menegaskan, bahwa PLN tidak pernah bosan untuk menyampaikan dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak bermain layang - layang di sekitar jaringan listrik. Selain dapat menyebabkan gangguan pada pasokan tenaga listrik dan berpotensi bahaya bagi keselamatan masyarakat, kegiatan ini juga dapat terancama hukuman pidana sesuai dengan Pasal 188 KUHP juncto pasal 408 KUHP juncto pasal 409 KUHP.

Sesuai Pasal 188 KUHP juncto pasal 408 KUHP juncto pasal 409 KUHP menyebutkan bahwa barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir subsider menghancurkan, merusakkan sehingga aliran tenaga listrik tidak dapat digunakan dapat terancam pidana.kbc6

Bagikan artikel ini: