BKPM sebut 153 perusahaan masuk RI usai usai UU Ciptaker disahkan

Jum'at, 9 Oktober 2020 | 10:00 WIB ET
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan ada 153 perusahaan yang bakal berinvestasi di Indonesia usai Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) disahkan.

Hanya saja, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia belum bisa menjelaskan secara rinci sektor perusahaan tersebut. Tapi dia menjelaskan dari negara mana saja perusahaan tersebut berasal.

"153 perusahaan ada relokasi dari beberapa negara dari Korea (Korsel), Taiwan, Jepang, AS, kemudian China. Ada beberapa dari Eropa dan beberapa negara," kata dia dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/10/2020).

Tak hanya dari luar negeri, perusahaan yang sudah menyatakan minat akan berinvestasi di Indonesia juga datang dari dalam negeri.

Bahlil menjelaskan, selama ini perusahaan-perusahaan tersebut dipersulit izinnya. Namun setelah ada kepastian hukum dari omnibus law, mereka sudah yakin buat berinvestasi di Indonesia.

"Sektornya ada sektor infrastruktur, industri manufaktur, kemudian ada juga sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, ada sektor kesehatan juga, dan energi, dan pariwisata," sebutnya.

Dirinya belum menyebutkan berapa total nilai investasi dari 153 perusahaan tersebut yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. Kata dia itu akan diumumkan pada 21 Oktober, berbarengan dengan rilis realisasi investasi Kuartal III. kbc10

Bagikan artikel ini: