Mahdian Klem, inovasi metode sunat modern di Surabaya

Kamis, 8 Oktober 2020 | 16:25 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Khitan atau sunat tidak hanya menjadi bagian dari tradisi dan anjuran agama Islam, tindakan sunat juga telah terbukti memberikan dampak positif pada kesehatan, pasalnya kulup yang tidak dibuang dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran.

Jika kotoran tersebut dibiarkan dapat menumpuk dan berisiko menyebabkan infeksi pada area genital laki-laki. Sunat atau dalam istilah medis disebut sirkumsisi merupakan prosedur membuang sebagian atau seluruh kulit penutup depan penis (kulup).

Pemilihan metode sunat juga harus diperhatikan untuk mengurangi risiko komplikasi yang kemungkinan dapat terjadi, seperti pendarahan, infeksi, nyeri, kulup yang dibuang kurang atau terlalu banyak dan trauma pada anak pascasunat.

Pengalaman atas tindakan konvensional (dianggap menyakitkan, masih tradisional, lama sembuh, menghambat aktivitas) juga memicu keraguan bahkan ketakutan bagi sebagian masyarakat untuk melakukan sunat.

"Kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, oleh sebab itu tindakan sunat perlu dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dan menggunakan peralatan yang memadai, sesuai standar dan aman," kata dr. Cendykia Akbar, praktisi sunat dari Rumah Sunat dr. Mahdian cabang Surabaya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan metode sunat yang lebih aman dan nyaman kian meningkat, salah satunya adalah metode 'Mahdian Klem'.

Menurut dr. Akbar, metode sunat Mahdian Klem diminati oleh banyak dokter karena dinilai lebih higienis, aman, dan penggunaannya yang mudah.

"Mahdian Klem ini disposable, satu anak satu klem. Kalau metode sunat lainnya masih ada kemungkinan dipakai pasien lainnya," ujar dr. Akbar.

Pandemi virus Corona atau Covid-19 mengkondisikan masyarakat untuk menunda sirkumsisi karena kekhawatiran terhadap wabah karena harus bepergian ke fasilitas penyedia tindakan sunat. Seakan tidak pernah kehabisan ide untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, di masa pandemi ini.

Untuk itu Rumah Sunat dr. Mahdian meluncurkan layanan sunat di rumah yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan dapat menjadi solusi kekhawatiran para orangtua, sehingga anak tidak harus beranjak ke mana-mana, baik sebelum melakukan tindakan, maupun setelahnya. Secara psikologis, anak juga akan lebih nyaman disunat di rumah atau dikamarnya sendiri.

Produk anak bangsa

Sementara itu sebagai upaya menekan tingginya biaya akibat klem sunat masih harus diimpor, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS memilih menciptakan klem sunat yang berkualitas tinggi, kuat, memiliki daya jepit maksimal namun ringan dan sesuai anatomis anak Indonesia yang tak kalah dengan buatan luar negeri, maka terciptalah 'Mahdian Klem'.

Mahdian Klem menjadikan proses sunat lebih mudah, cepat hanya 10 menit, minim perdarahan, tanpa jahit, tanpa perban, proses penyembuhan luka lebih cepat dibandingkan metode sunat konvensional, dan anak langsung bisa beraktivitas pascasunat.

Beberapa keunggulan sunat di Rumah Sunat dr Mahdian, yaitu tanpa antri, hemat waktu, privasi lebih terjamin. Juga dokter yang berpengalaman dengan jam terbang tinggi dan tenaga perawat yg terlatih serta dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan tindakan.

Selain itu, sunat tanpa jarum suntik dan alat cirsumcision kit yang sekali pakai, sudah berizin edar dan salah satu karya anak bangsa yang direkomendasikan oleh WHO. Lebih aman, nyaman dan langsung bisa beraktivitas.

"Pasien mendapatkan 1 set lengkap perawatan pasca sunat, juga layanan emergency call 24 jam, serta tersedia di semua cabang Rumah Sunat dr Mahdian," jelasnya.

Head of Marketing Communication Mahdian Group, Tien Winarko menjelaskan bahwa sunat di rumah sunat dr Mahdian tanpa jarum suntik, menggunakan metode Mahdian Klem yang terdapat di lebih dari 40 cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

"Mahdian Klem yang digunakan di Rumah Sunat dr. Mahdian telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: