Subsidi upah picu perusahaan ramai-ramai daftar jadi peserta BPJamsostek

Rabu, 7 Oktober 2020 | 07:19 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kebijakan pemerintah memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja formal selama masa pandemi disambut positif oleh pelaku usaha dan industri.

Dampaknya, banyak perusahaan yang awalnya belum mendaftar jadi peserta BPJamsostek akhirnya tergerak untuk daftar. Begitu juga dengan perusahaan yang menunggak, akhirnya mau aktif membayar.

"Sejak ada program BSU, dampaknya sangat baik. Karena ini manfaat tambahan bagi peserta BPJamsostek. Perusahaan yang menunggak akhirnya kembali membayar. Karena sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh presiden Jokowi bahwa BSU ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada tenaga kerja yang aktif dalam membayar iuran BPJamsostek," ujar Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Surabaya Karimun Jawa, Muhyidin saat acara Ngopi Bareng BPJamsostek di Surabaya, Selasa (6/10/2920).

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Surabaya Darmo, Guguk Heru Triyoko, Kepala Kantor Cabang Rungkut Rudi Susanti dan Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Surabaya Tanjung Perak Galuh Santi Utari dan Ketua BPJS WATCH Jatim, Arief Supriyono.

Muhyidin mengatakan, banyak juga perusahan yang awalnya hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerja akhirnya mulai mendaftarkan semuanya. Juga BU yang belum mendaftarkan, banyak yang datang dan daftar ke kantor serta menanyakan ketentuannya.

Lebih lanjut dia mengatakan, total jumlah pekerja di wilayah Surabaya Raya yang mendapatkan BSU mencapai 497.622 pekerja. Pekerja tersebut adalah pekerja yang memiliki kriteria sesuai dengan Permenaker nomor 14/2020, yaitu aktif menjadi peserta hingga bulan Juni 2020, memiliki upah dibawah Rp 5 juta, warna negara Indonesia dan memiliki rekening aktif.

"Ini sudah 100 persen dari target. Beberapa kendala memang kita temui dalam mengumpulkan nomor rekening pekerja. Misalnya, di Surabaya ini ternyata masih ada tenaga kerja yang tidak memiliki rekening tabungan. Untuk itu, kami telah bekerjasama dengan Bank Himbara untuk menjemput bola. Mengajak perbankan ke lokasi, turun ke perusahaan membantu mengolekting rekening," ujarnya.

Di sisi lain, juga ada pekerja yang memberikan momro rekening yang namanya tidak tak sama dengan tenaganya kerja yang bersangkutan. Ada yang justru memberikan nomor rekening istrinya, sehingga ketika kami melakukan validasi, datanya tidak sama.

Untuk kasus seperti ini, BPJamsostek akan berkoordinasi dengan perusahaan yang bersangkutan, sehingga data tenaga kerja yang masuk sama dengan nomor rekening yang dimiliki.

Disisi lain, BPJamsostek juga memgakui bahwa ada juga perusahaan yang menolak pemberian subsidi karena dianggap mampu. Sehingga tenaga kerjanya yang seharusnya dapat BSU karena kreterianya sesuai dengan kriteria Permenaker nomor 14/2020.

Hingga saat ini, total peserta BPJamsostek Surabaya Raya yang terdiri dari 4 cabang, yaitu Cabang Surabaya Karimunjawa, Cabang Surabaya Darmo, Cabang Surabaya Rungkut dan Cabang Surabaya Tanjung Perak, mencapai sekitar 860 ribu tenaga kerja. Jumlah tersebut masih sangat kecil dibanding dengan jumlah angkatan kerja di Surabaya yang mencapai 1,47 tenaga kerja.

Untuk itu, BPJamsostek terus melakukan inovasi dan terobosan dalam memberikan tambahan kemanfaatan. Terlebih dengan adanya keringanan atau relaksasi pembayaran iuran kepesertaa BPJamsostek oleh pemerintah tidak mengurangi sedikitpun kemanfaatan yang diperoleh peserta BPJamsostek.kbc6

Bagikan artikel ini: