Industri penerbangan baru pulih paling cepat pada 2022

Selasa, 6 Oktober 2020 | 22:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra memperkirakan industri penerbangan bisa pulih kembali dari pandemi Covid-19 paling cepat di 2022.

Irfan mengatakan, mayoritas analis memperkirakan pemulihan akan terjadi selama 24 hingga 48 bulan ke depan. "Diharapkan pemulihan ini bisa kembali 2022, tapi mayoritas percaya akan kembali normal pada 2024. Ini jadi tantangan terbesar bagi industri penerbangan dan perusahaan sebesar Garuda," ujar Irfan dalam Indonesia Knowledge Forum (IKF) 2020 yang disiarkan secara virtual di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Irfan mengakui pandemi telah memukul industri penerbangan sangat dalam. Selama pandemi ini, beberapa maskapai telah menyerah dan menyatakan pailit. Ke depan, dia menuturkan, bukan situasi mengagetkan lagi kalau ada lebih banyak perusahaan penerbangan yang menyatakan pailit. "Maskapai yang menyatakan masih bisa bertahan, tentu akan melakukan banyak upaya menurunkan biaya sambil menunggu situasi membaik," kata Irfan.

Kendati begitu, Garuda Indonesia melihat masih ada beberapa peluang untuk perseroan. Pertama, Irfan mengatakan, dari riset yang dilakukan Garuda, 73% pelanggan Garuda menyatakan masih ingin terbang dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan.

Tetapi, keinginan tersebut masih dilingkupi sikap hati-hati alias wait and see. Pelanggan Garuda masih mempertimbangkan faktor keamanan dan kekhawatiran ancaman terpapar Covid-19 jika terbang. Selanjutnya, selama pandemi ini, Irfan menuturkan Garuda Indonesia tidak pernah berhenti terbang sejak hari pertama pandemi ini dinyatakan memapar Indonesia.

Perusahaan tetap terbang ke lokasi-lokasi di Indonesia, dengan mengurangi frekuensi terbang. "Untuk rute yang tak terlalu ramai kami hentikan. Demikian juga internasional, kami tak pernah berhenti terbang. Kami hanya berhenti terbang ke China dan Saudi Arabia," tuturnya.

Selain itu, Perseroan ini juga memanfaatkan penerbangan kargo sebagai peluang meraup penghasilan di tengah pandemi Covid-19. Dia mengatakan, perseroan telah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan untuk meletakkan barang kargo dengan berat maksimal 70 kilogram di atas kursi penumpang.kbc11

Bagikan artikel ini: