Pemerintah siap bagi-bagi subsidi BBG ke 60 nelayan saban hari

Senin, 5 Oktober 2020 | 08:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal segera melakukan Distribusi Paket Konversi BBM ke BBG (Konverter Kit) untuk Nelayan Sasaran Tahun 2020.

Meski di tengah pandemi Covid-19, proses distribusi akan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM yang juga sebagai Pelaksana Tugas Dirjen Migas Ego Syahrial mengatakan bahwa konverter kit yang akan dibagikan kepada nelayan dibatasi sekitar 60 orang per hari per lokasi titik serah.

Tahapan pendistribusian dibagi menjadi dua sesi, sehingga nelayan yang hadir terpecah menjadi 30 orang tiap sesi.

"Harus dipastikan pelaksanaan pendistribusian paket perdana Konversi BBM ke BBG untuk nelayan sasaran menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, seperti memakai masker, menjaga jarak fisik dan pengecekan suhu tubuh nelayan," katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2020).

Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke LPG terdiri atas beberapa komponen yaitu mesin penggerak, konverter kit, 2 buah tabung LPG 3 kg, as panjang, baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dan sebagainya).

Lebih lanjut kata dia, pemanfaatan LPG sebagai bahan bakar kapal nelayan berpotensi dimanfaatkan karena berdaya rendah.

Penghematan biaya operasional dengan menggunakan LPG berkisar 30-50 persen dan perawatan mesinnya lebih mudah.

Selain itu, penggunaan LPG juga mengurangi konsumsi BBM bersubsidi dan mengurangi emisi gas karbon monoksida. 

"Pendistribusian paket perdana dalam masa Covid-19 ini memang tidak mudah karena banyak hal yang perlu disesuaikan. Meski demikian, semangat untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat, khususnya nelayan, tetap menyala," ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Irine Yulianingsih menjelaskan, apabila nelayan calon penerima paket tidak dapat hadir maka dapat diwakilkan kepada salah satu anggota keluarga yang namanya tercantum di dalam Kartu Keluarga (KK).

Perwakilan keluarga yang hadir harus membawa kelengkapan dokumen seperti Surat Kuasa dan KTP, Kartu KUSUKA pemberi kuasa, kapal nelayan pemberi kuasa dan mesin lama nelayan yang bersangkutan.

Selain itu, di titik lokasi distribusi akan diatur agar setiap orang menjaga jarak minimum 1 meter dan selalu memakai masker. kbc10

Bagikan artikel ini: