Penumpang pesawat diprediksi hanya 40 juta hingga akhir tahun

Jum'at, 2 Oktober 2020 | 10:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sektor angkutan udara menjadi yang paling tergencet oleh pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak Maret 2020. Pasalnya, hal itu membuat jumlah penumpang anjlok signifikan.

 Ketua Umum Indonesia National Air Cartier Assosiation (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan, jumlah penumpang pesawat pada paruh pertama tahun ini sangat minim. Namun angkanya mulai merangkak naik pada semester II/2020.

"Semester I/2020 hampir semua sektor industri kena pukulan berat. Untuk penerbangan, di bulan Mei (2020) jumlah penumpangnya hanya sekitar 50 ribu. Namun Juni setelah selesai Lebaran, ada harapan buat bangkitkan ekonomi," kata Denon pada webinar, Kamis (1/10/2020).

Denon menilai, aktivitas ekonomi di sektor penerbangan bersifat multiplier effect untuk kegiatan industri lainnya, termasuk pariwisata. Oleh karenanya, pelaku maskapai disebutnya terus berupaya menumbuhkan kepercayaan penumpang dengan menyuarakan safe travel campaign.

Hasilnya, lanjut dia, pergerakan penumpang pesawat mulai bertumbuh di awal semester kedua tahun ini. Denon mencatat, pada periode Juli-Agustus 2020 jumlah penumpang naik menjadi 2,5 juta orang per bulan.

"Dibandingkan dengan Mei-Juni yang hanya ratusan ribu, di bulan Juli-Agustus jumlah penumpang 2,5 juta dengan jumlah pergerakan 79 ribu pergerakan (pesawat) per bulan. Walaupun masih jauh secara year on year yang 8-9 juta per bulan 2019," tuturnya.

Merujuk pada catatan tersebut, dia pun memprediksi total jumlah penumpang pesawat hingga akhir 2020 nanti bisa mencapai 40 juta orang.

"Kesimpulannya, apabila sampai akhir tahun hanya 2,5 juta penumpang pesawat per bulan, maka setahun total kegiatan penerbangan hingga akhir 2020 bisa hampir 40 juta penerbangan. Tapi itu belum 50 persen dari pergerakan penumpang di 2019 yang 91 juta orang," tukas Denon. kbc10

Bagikan artikel ini: