Resesi di depan mata, pengusaha desak pemerintah guyur stimulus korporasi

Jum'at, 25 September 2020 | 09:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah tekanan bisnis akibat pandemi Covid-19, kalangan pelaku usaha kian was-was begitu Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani memberikan kode keras bahwa Indonesia masuk ke jurang resesi akibat perekonomian kuartal III-2020 yang akan kembali minus.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja mengatakan, resesi nantinya hanya akan berdampak buruk bagi keuangan perusahaan.

Shinta menegaskan, sebuah perseroan tidak mempunyai cadangan uang yang cukup maka pada akhirnya akan mengeluarkan kebijakan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para karyawan.

"Tentu saja dengan adanya resesi pasti terpengaruh juga terhadap aktivitas ekonomi ini. Jadi dengan kata lain kalau pelaku usaha yang tidak bisa bertahan, pasti akan adanya penambahan dari segi penggangguran, yang dirumahkan, itu mesti diantisipasi," ujar Shinta, Kamis (24/9/2020).

Shinta pun mengingatkan kepada seluruh perusahaan di Tanah Air untuk bisa mengelola arus kas secara baik. Dengan demikian, harapannya para pengusaha masih bisa bertahan meski resesi.

"Ketahanan dari masing-masing perusahaan ini sekarang di tes, makanya perusahaan harus bisa mengelola arus kas dengan baik. Harus bisa bertahan dengan keadaan resesi yang ada," ujarnya.

Lebih lanjut, Shinta berharap pemerintah bisa segara mencairkan dana stimulus modal kerja untuk korporasi. Bantuan itu amat dibutuhkan saat ini karena membantu kas perusahaan di tengah pemasukan yang semakin sulit.

"Jadi memang harapan kami bahwa stimulus untuk korporasi modal kerja ini bisa disalurkan. Ini kan antara perbankan dengan nasabah, jadi kami harapkan perbankan administrasinya jangan berlarut-larut. Jadi makanya ini bisa cepat," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: