Bangkitkan pasar properti di Jatim, REI Jatim gencar gandeng perbankan

Jum'at, 25 September 2020 | 07:31 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kalangan pengembang properti yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jatim gencar melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak, dengan harapan untuk membangkitkan kembali pasar di sektor ini yang sempat lesu terdampak pandemi Covid-19.

Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy mengatakan, saat ini pihakny gencar melakukan kerja sama dengan sektor perbankan. Dari kerjasama yang dilakukan diharapkan muncul terobosan-terobosan baru, khususnya dalam hal pembiayaan. Baik itu KPR maupun kredit konstruksi.

"Harapan saya, dalam situasi kondisi seperti ini kita tetap positif thinking ke depan akan lebih baik," Soesilo Efendy usai penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara DPD REI Jatim dengan BRI di Surabaya, Kamis (24/9/2020).

Soesilo mengatakan, kerjasama dengan BRI ini merupakan kelanjutan dari upaya yang mereka lakukan untuk menggairahkan pasar properti ditengah pandemi.

"Sebelumnya kami sudah kerjasama dengan BTN, kemudian Bank Mandiri, dan sekarang dengan BRI," katanya.

Kerjasama dengan perbankan ini diakui Soesilo memiliki nilai lebih dengan para pengembangan anggota REI yang aktif untuk mendapatkan penawaran fasilitas. Baik fasilitas KPR untuk konsumen maupun fasilitas pembiayaan konstruksi untuk pengembang.

Dengan kerjasama yang dilakukan, dia bilang, diharapkan ada kemudahan bagi anggota REI Jatim untuk mendapatkan pembiayaan. "Kalau biasanya masing-masing pengembang mengadakan kerjasama sendiri-sendiri dengan bank, sekarang bisa langsung dan lebih mudah untuk pembiayaannya," kata Soesilo.

Menurutnya, penjualan properti di beberapa daerah di Jatim mulai membaik. Misalnya saja di Sidoarjo timur, Malang dan Mojokerto. "Sebagian besar adalah rumah menengah dengan harga Rp 500 juta ke bawah," ungkapnya.

Sementara itu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Kantor Wilayah (Kanwil) Surabaya hingga akhir tahun ini memproyeksikan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh Rp200 miliar atau menjadi sebesar Rp2,2 triliun. "Karena itu kami aktif bekerjasama dengan DPD REI Jatim ini," kata Pemimpin BRI Kanwil Surabaya Tris Wahyu Herlina.

Dia menjelaskan, dalam kerjasama ini, pihaknya menyiapkan suku bunga menarik. Untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bunga yang ditawarkan BRI sebesar 5% per tahun. Sementara untuk yang non subsidi bunga KPR yang ditawarkan mulai 7,5%.

Dikatakan Herlina, saat ini kontribusi KPR terhadap total pembiayaan BRI di Kanwil Surabaya cukup kecil. Dari total pembiayaan sebesar Rp40 triliun, KPR hanya Rp2 triliun.

Mayoritas pembiayaan BRI berada di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Kita kerjasama dengan REI ini kami akan saling menawarkan. Kita menawarkan pada nasabah dan REI juga akan menawarkan pada developer," ujarnya.

Herlina menambahkan, secara umum kinerja KPR tidak naik secara signifikan. Namun, secara segmentasi, khususnya rumah di harga Rp500-an juta cukup bagus. Rata-rata, nasabah KPR di harga tersebut digunakan untuk hunian, bukan untuk investasi. "Di BRI Kanwil Malang misalnya, pertumbuhannya mencapai 13 persen. Sedangkan untuk Kanwil Surabaya sekitar 12 persen," imbuhnya. kbc7

Bagikan artikel ini: