Permintaan hand sanitizer tinggi, penerimaan cukai etil alkohol melambung 140 persen

Rabu, 23 September 2020 | 10:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Keuangan mencatat adanya kenaikan cukai atas Etil Alkohol sebesar 140 persen (yoy) atau Rp 200 miliar. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan hand sanitizer dan cairan sterilisasi lainnya saat pandemi Covid-19.

"Untuk etil alkohol yang digunakan untuk berbagai kegiatan apa komoditas untuk kesehatan hand sanitizer mengalami lonjakan 140 persen. Meskipun angkanya sangat kecil yaitu hanya Rp 200 miliar," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam APBN Kita, Selasa (22/9/2020).

Sementara, secara keseluruhan penerimaan bea cukai mencapai Rp 121,17 triliun, atau 58,91 persen dari target Perpres Nomor 72 tahun 2020.

Adapun total penerimaan dari bea masuk sebesar Rp 21,55 triliun, atau 67,70 dari target Perpres 72/2020. Kemudian dari komoditas yang dikenai cukai, selain tadi disebutkan etil alkohol, ada hasil tembakau sebesar Rp 94,39 triliun.

"Untuk penerimaan hasil tembakau kita yaitu Rp 94,39 triliun. Untuk beberapa komoditas yang terkena cukai seperti minuman beralkohol dalam hal ini mengalami kontraksi. Ini seiring penutupan hotel restoran itu mengalami kontraksinya sangat dalam yaitu minus 23,2 persen (Rp 3,9 triliun)," jelas Menkeu.

Kemudian, untuk bea keluar Menkeu mencatat penerimaan sebesar Rp 1,91 triliun, atau 115,26 persen dari target Perpres 72/2020 sebesar Rp 1,65 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: