Genjot ekspor, Kemendag bidik negara yang pulih dari pandemi Covid-19

Senin, 21 September 2020 | 11:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah fokus melakukan pendekatan pasar hingga 2021 untuk menggenjot realisasi ekspor dengan membidik negara yang dinilai sudah pulih atau mulai pulih dari pandemi Covid-19.

Selama periode Januari-Agustus 2020, kinerja ekspor Indonesia tercatat mencapai US$103,15 miliar. Kinerja ekspor tersebut mengalami surplus US$11,05 miliar, atau lebih baik dari periode sama tahun lalu yang defisit US$2,06 miliar.

Tujuan ekspor masih didominasi ke China sebesar 18,19 persen, Amerika Serikat (12,08 persen), Uni Eropa (8,7 persen), Jepang (8,5 persen), India (6,41 persen), Singapura (6,17 persen) dan Malaysia (4,16 persen).

"Strategi pengembangan pasar ekspor akan disesuaikan dengan mempertimbangkan kondisi negara tujuan ekspor," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam Jakarta Marketing Week 2020 yang diadakan secara virtual di Jakarta, seperti dikutip, Minggu (20/9/2020).

Dia mengungkapkan, negara-negara tujuan ekspor yang dinilai sudah pulih dan mulai pulih dari pandemi itu di antaranya Australia, Selandia Baru, Inggris, Jerman, Italia, Prancis, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait dan Qatar.

Selain itu juga negara-negara di kawasan Afrika di antaranya Aljazair serta kawasan Amerika Utara yakni Kanada dan Meksiko. Menurutnya, pendekatan pasar merupakan bagian dari kebijakan strategis dalam mendorong ekspor di tengah pandemi, dalam jangka pendek dan menengah.

Sementara, dalam jangka pendek Kemendag juga fokus dalam pengembangan ekspor terhadap produk yang mengalami pertumbuhan positif selama pandemi. Di antaranya makanan dan minuman olahan, alat kesehatan, produk pertanian, perikanan dan agroindustri.

Sedangkan produk yang diperkirakan akan pulih pasca pandemi di antaranya otomotif, tekstil, alas kaki, elektronik dan besi baja. Selain itu, pengembangan produk baru yang muncul setelah adanya pandemi di antaranya produk farmasi dan produk ekspor baru yang merupakan hasil relokasi industri dari beberapa negara ke Indonesia.

Untuk jangka menengah, strateginya adalah dengan mempertahankan produk yang memiliki daya pasar yang kuat, meningkatkan pangsa pasar produk potensial dan memulihkan produk yang kehilangan pangsa pasar selama lima tahun. kbc10

Bagikan artikel ini: