Restui dibeli Oracle, Trump batal blokir TikTok

Senin, 21 September 2020 | 08:55 WIB ET

WASHINGTON, kabarbisnis.com: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, batal memblokir aplikasi media sosial asal China, TikTok. Hal ini menyusul keputusan Trump yang menyetujui kesepekatan antara TikTok dan perusahaan induknya ByteDance dengan Oracle.

"Saya telah memberikan restu saya. Apabila kesepakatan berhasil dicapai, itu bagus. Apabila tidak, tidak apa-apa," ujar Trump seperti dikutip dari CNN, Minggu (20/9/2020).

Dengan demikian, TikTok masih dapat beroperasi di Negeri Paman Sam. Padahal, akhir pekan lalu, Trump melalui Departemen Perdagangan AS mengancam akan segera memblokir aplikasi berbagi video itu.

Pasalnya, Trump menilai operasional TikTok dapat menjadi ancaman bagi keamanan nasional AS.

Departemen Dagang AS juga memastikan, dengan adanya restu dari Trump, pemblokiran TikTok dari toko aplikasi berbasis Apple maupun Android ditunda hingga 27 September mendatang.

Dalam kesepakatan tersebut, ByteDance sepakat untuk melepas sebagian sahamnya kepada Oracle dan Walmart. Selain itu, ByteDance juga akan membangun kantor cabang di AS.

Manajemen TikTok menjelaskan, Oracle bersama Walmart akan memiliki 20 persen saham aplikasi media sosial asal Negeri Tirai Bambu itu.

Adapun sistem algoritma aplikasi masih akan dikelola oleh ByteDance. Namun, dengan adanya kesepakatan tersebut, data pengguna akan disimpan di Oracle.

"Nantinya tidak ada lagi hubungan dengan China, jadi benar-benar aman karena ini menjadi bagian kesepakatan," kata Trump.

Lebih lanjut Trump mengklaim, dengan dikelolanya data oleh Oracle dan Walmart, tingkat keamanan dari TikTok akan mencapai 100 persen.

Sementara itu, CEO Oracle Safra Cats mengatakan, aplikasi TikTok nantinya akan dioperasikan dalam sistem Oracle Cloud.

"Kami seratus persen yakin akan kemampuan kami menciptakan lingkungan yang aman kepada TikTok dan memastikan keamanan data pengguna TikTok di AS dan seluruh dunia," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: