Gaet YouTuber Atta Halilintar dan Deddy Corbuzier, ini alasan Menhub

Jum'at, 18 September 2020 | 12:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, alasan pemerintah melibatkan influencer seperti seorang YouTubers untuk menyosialisasikan program dalam rangka pemulihan aktivitas pariwisata di Indonesia. Hal ini seiring adanya pandemi Covid-19 yang menghempas bisnis penerbangan di Indonesia.

Adapun, Kemenhub tengah menjalin komunikasi dengan dua YouTubers, yakni Atta Halilintar dan Deddy Corbuzier.

"Ini judulnya juga unik, intip jurus jitu bandara atasi penyebaran Covid-19. Dan kita memang harus campaign untuk itu. Saya melakukan itu tidak lazim. Saya buka rahasia saja ya, saya sudah menghubungi dua YouTubers," kata Budi Karya dalam video yang diunggah Kemenhub, Jumat (18/9/2020).

Dia menjelaskan, dalam mengajak YouTubers ini untuk mempromosikan mengenai teknologi filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) yang dimanfaatkan pesawat untuk menjaga sirkulasi udara aman dari Covid-19.

"Saya jelaskan tentang HEPA kepada dua orang ini dan itu Insya Allah bisa memberikan suatu cara lain. Karena dengan cara-cara yang biasa, berita ini sedemikian heavy. Bahkan pada saat saya bicara dengan Deddy Corbuzier, dia tekankan saya bahwa berita negatif tentang Covid-19 bahkan diumpamakan ketidakberdayaan atau ketidakpedulian pemerintah itu ada. Dan kita dianggap pro ekonomi saja," urainya.

Dia menjelaskan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 memang membuat kerugian di berbagai sektor. Kendati begitu, sebagai upaya pemulihan juga dibutuhkan perubahan pola komunikasi kepada masyarakat.

"Saya ingin mengatakan harus taat konsisten, tetapi juga harus menyediakan waktu dan dana untuk promosi. Dengan cara cara yang baru. Jangan kita ngomong sendiri. Ngomong sendiri di lingkungan sendiri siapa yang dengar," tuturnya.

Dia mengaku membutuhkan endorse tentang apa yang sudah dilakukan pemerintah, termasuk pola protokol kesehatan di bandara yang selama ini sudah ketat. Upaya itu yang perlu dikampanyekan dengan melibatkan influencer.

"Orang menganggap kita abai, enggak, ini ketat sekali kita lakukan. HEPA juga kita sampaikan. Saya pikir apa yang bapak lakukan sudah luar biasa. Tinggal bagaimana announce secara cerdas masuk kepada kantong-kantong endorse, kantong-kantong tertentu yang tidak bisa dengan cara cara lama lagi. Jelas bahwa cara komunikasi kita ini agak tertinggal," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: