Penumpang menyusut, Garuda Indonesia prediksi pendapatan anjlok hingga 75% di 2020

Kamis, 17 September 2020 | 08:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat adanya penurunan trafik baik untuk penumpang maupun kargo yang diangkut masing-masing sebesar 72% dan 50% pada periode Januari hingga Agustus 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Disamping itu, GIAA juga mengalami penurunan produksi domestik sebesar 55% dan internasional sebesar 88% dari tahun lalu. Padahal, kontribusi kegiatan operasional tersebut mencapai 51%-75% terhadap total pendapatan perusahaan penerbangan ini.

Dengan demikian, manajemen Garuda Indonesia memprediksi akan ada penurunan pendapatan hingga 51%-75% sampai tutup tahun ini dengan penurunan laba bersih lebih dari 75%. Demikian dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Rabu (16/9/2020).

Guna mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan GIAA di kondisi buruk seperti ini, ada sejumlah rencana strategis baik dari sisi keuangan dan operasional yang dilakukan.

Dari aspek keuangan, Garuda Indonesia berupaya menjaga likuiditas perusahaan. Perusahaan juga telah melakukan upaya optimalisasi operasional guna menyelaraskan supply dengan market demand melalui beberapa langkah insiatif sebagai berikut.

Pertama, melakukan negosiasi dengan lessor untuk penundaan pembayaran sewa pesawat (lease holiday). Kedua, memperpanjang masa sewa pesawat untuk mengurangi biaya sewa per bulan. Ketiga, mengusahakan financing dari perbankan dalam dan luar ataupun pinjaman lainnya.

Keempat, menegosiasikan kewajiban GIAA yang akan jatuh tempo dengan pihak ketiga. Kelima, melakukan program efisiensi biaya dengan tetap memprioritas keselamatan dan keamanan penerbangan dan pegawai serta layanan.

"Diskusi intensif dengan Pemerintah selaku Pemegang Saham Perseroan guna memperoleh dukungan yang diperlukan Perseroan," beber manajemen GIAA.

Dari aspek operasional, pendapatan penumpang berkontribusi lebih dari 80% dari total pendapatan Garuda Indonesia, dengan adanya penurunan trafik yang cukup siginifikan, maka dibutuhkan strategi untuk mengantisipasi turunnya demand dari penerbangan berjadwal melalui insiatif efisiensi serta optimalisasi lini bisnis charter dan kargo.

Yang mana, GIAA terus mengoptimalkan frekuensi dan kapasitas penerbangan baik penerbangan domestik maupun internasional, mengoptimalkan layanan kargo dan aktif mendukung upaya-upaya pemerintah khususnya yang terkait dengan penanganan Covid-19 melalui pengangkutan bantuan kemanusiaan, APD, obat-obatan, serta alat kesehatan.

"Mengoptimalkan layanan charter pesawat untuk evakuasi WNI yang berada di luar negeri serta membantu proses pemulangan WNA untuk kembali ke negara masing-masing dan layanan charter untuk pengangkutan kargo," tambahnya.

Terakhir, emiten penerbangan ini juga menunda kedatangan pesawat di tahun 2020. kbc10

Bagikan artikel ini: