Kemenko Marves investigasi lonjakan tagihan listrik pelanggan, begini hasilnya

Kamis, 10 September 2020 | 21:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) ikut membantu menangani berbagai laporan keluhan masyarakat mengenai kenaikan lonjakan tagihan listrik yang diterima pelanggan di masa pandemi Covid-19. Investigasi lonjakan tagihan listrik ini dilakukan dengan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapan, pihaknya turut membantu menangani pelbagai laporan keluhan pelanggan baik masyarakat maupun pelaku usaha terkait lonjakan tagihan listrik di masa pandemi Covid-19. Setidaknya terdapat 410 keluhan yang masuk sekitar 10% merupakan kasus lonjakan tagihan yang tergolong tidak wajar.

"Di Malang, pelanggan punya bisnis las listrik sedagng verifikasi sekarang . Naiknya gila-gilaan dari Rp 1 juta, naik Rp 2 juta sampai Rp 70 juta," ungkap Purbaya dalam video conference di Jakarta, Kamis (10/9/2020)

Purbaya menambahkan, Kemenko Marves menerjunkan tim mulai dari interaksi dengan para pelanggan dan pengecekan langsung di langsung menggunakan data PLN. Pihaknya masih melakukan pengecekan ulang dengan data lanjutan dan hasilnya ada kesalahan catat data meter pelanggan.

Dari paparan Purbaya diketahui sejak April hingga 25 Agustus terdapat 145.272 keluhan pencatatan meter dan 98,82 % telah diselesaikan. Jumlah rata-rata pengaduan sebanyak 8.000-9.000 per bulan.

"Ada ratusan konsumen dan kami cek dan kami verifikasi. Kami juga lihat sistem PLN seperti apa, kami diskusi juga sama konsumen. Saya menilai sistem PLN enggak kredibel, makanya saya bawa BSSN, jadi ini untuk meningkatkan kredibilitas," ulasnya.

Menurutnya, sekitar 50 sample permasalahan, ada kesalahan catat pembacaan meter maka akan dikembalikan melalui pengurangan targihan di bulan berikutnya. "Terpenting ,PLN bisa menjelaskan dan pelanggan aman," tegas Purbaya.

Purbaya melihat sistem pengaduan PLN selama ini pun tidak efektif dalam merespons keluhan pelanggan. Akibatnya, komplain pelanggan tidak dapat tertangani dengan baik. Ia berpesan ke depannya PLN harus memperbaiki sistem tersebut. Bahkan BSSN meminta agar ke depannya sistem pembacaan meter yang manual diubah ke dalam Automatic Meter Reading (AMR).

Meskipun dirinya juga melihat sudah ada upaya serius dari PLN untuk memperbaiki sistem. "Kan sebetulnya sistem pengaduan PLN tidak efektif-efektif amat, ada tapi enggak hidup, hidup tapi merasa enggak ada yang mengatasi. Sekarang kami atasi," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: