Genjot kredit UMKM 20 persen, ini strategi Bank Mandiri

Rabu, 9 September 2020 | 11:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. telah menyalurkan kredit ke sektor usaha mikro produktif mencapai Rp41 triliun, dan akan terus didorong agar komposisi kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mampu naik hingga mencapai 20%.

Berdasarkan laporan kinerja semester I/2020, komposisi penyaluran kredit Bank Mandiri didominasi sektor korporasi dengan porsi 39,9%. Kemudian berturut-turut diikuti segmen komersial 16,4%, mikro 13,9%, anak usaha 13,2%, konsumer 10,5%, dan UKM 6%.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, saat ini komposisi penyaluran kredit ke sektor UMKM memang belum mencapai 20%. Bank Indonesia pun terus mendorong bank beraset besar untuk mendukung penyaluran kredit ke UMKM dengan komposisi minimum 20% dari total penyaluran kredit.

Bank Mandiri, lanjutnya, dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM melalui sejumlah program yakni kredit usaha rakyat (KUR), kredit usaha mikro (KUM), maupun kredit serbaguna mandiri (KSM) untuk nasabah payroll yang mengajukan kredit untuk membuka usaha.

"Suatu saat nanti kita dorong ke sana (kredit UMKM mencapai minimum 20%), apalagi saat ini dngan program PEN kita diharapkan lebih proaktif salurkan ke mikro produktif, sehingg abisa membantu capai threshold yang diharapkan," katanya, Selasa (8/9/2020).

Dia menambahkan, Bank Mandiri saat ini mendorong inisiatif Open Banking lewat bersinergi dengan sejumlah financial technology. Dengan penerapan teknologi berbasiskan API, integrasi dengan mitra Bank Mandiri dapat dilakukan dengan mudah. Dalam waktu dekat Bank Mandiri akan membuka akses ke lebih banyak lagi layanan perbankan melalui API.

Terbaru, Bank Mandiri baru saja melakukan sinergi dengan Telkomsel dan LinkAja dalam menyalurkan fasilitas kredit mikro produktif bagi mitra Telkomsel terpilih melalui aplikasi digital Digipos. Bank Mandiri menyediakan penyaluran kredit senilai Rp100 miliar hingga Rp250 miliar ke 150.000 mitra untuk diberikan kepada sekitar 500.000 mitra Telkomsel yang ada. 

"Kerja sama dengan fintech tidak hanya dengan Telkomsel, kita juga ada dengan Tokpedia, Bukalapak, Shopee, bisa kurang lebih Rp1 triliun )penyaluran kredit), harapannya amount dan tingkat penyaluran meningkat konsisten," katanya.

Selain mendorong penyaluran kredit, saat ini restrukturisasi yang dilakukan Bank Mandiri juga melambat. Hingga 8 September 2020, lanjut Hery, ada sebanyak 500.000 debitur yang mendapatkan restrukturisasi kredit yang berasal dari segmen wholesale, korporasi, komersial, retail, konsumer, UKM, maupun mikro dengan total baki debit Rp120 triliun.

"Itu perkembangan terakhir, polanya sudah mulai melandai, harapannya kalau kita lihat perkembangan Covid-19 ini agak surprise jumlah yang terpapar naik, mungkin karena alat tets semain banyak, masyarakat harus lebih patuh dan disiplin pada protokol Covid-19, sehingga aktiitas yang berjalan tidak normal tetap diikuti dengan kegiatan usaha yang bisa berjalan," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: