6,35 Juta debitur telah terima tambahan subsidi bunga KUR senilai Rp144,32 triliun

Selasa, 8 September 2020 | 10:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah telah memperpanjang jangka waktu pemberian subsidi bunga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir Desember 2020. Kebijakan ini dibuat dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir menyatakan, sampai dengan 2 September 2020 tambahan subsidi bunga KUR sudah diberikan kepada 6,35 juta debitur. Adapun dari jumlah debitur tersebut baki debet-nya mencapai Rp144,32 triliun.

"Sampai Desember 2020 para nasabah KUR hanya membayar nol persen tanpa membayar bunga. Realisasi sampai 2 September sebanyak 6,35 juta debitur dengan baki debet Rp144,32 triliun," jelas dia dalam acara sosialisasi di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Dikatakannya, jika melihat dari data realisasi penerima KUR semua menunjukkan penerima aktif terus bertambah. Sehingga tidak ada istilah bahwa subsidi KUR diberikan pemerintah tidak berjalan di lapangan. Meskipun penerima KUR aktif sekarang mencapai 7,25 debitur.

"Yang tidak dapat ini karena kolektibilitas tidak lancar karena dapat subsidi bunga sebelumnya kolektibilitasnya 1 dan 2 berpengaruh kepada seberapa besar debitur yang mendapatkan subsidi bunga," jelas dia.

Di samping itu pihaknya juga mencatat penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan sudah diberikan kepada 1,45 juta debitur dengan baki debet mencapai Rp44,61 triliun.

Adapun dari jumlah itu meliputi perpanjangan waktu diberikan kepada 1,45 juta debitur dengan baki debet Rp43,71 triliun dan penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 15 debitur dengan baki debet Rp2,45 miliar.

Sebelumnya, pemerintah memberikan subsidi bunga 6 persen selama 3 bulan. Lalu dilanjutkan 3 persen pada bulan berikutnya. Namun saat ini pemerintah memberikan kebijakan memberikan tambahan bunga 6 persen sampai akhir bulan Desember 2020.

Kebijakan ini diambil pemerintah karena berdasarkan realisasi di lapangan, program restrukturisasinya masih relatif kecil. Apalagi kondisi para pengusaha penerima KUR masih belum pulih. Maka diputuskan subsidi diperpanjang.

"Realisasi tambahan subsidi bunga kur masih relatif kecil dan kondisi penerima KUR masih belum pulih sepenuhnya," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: