PLN dorong sektor pertanian saat pandemi melalui program Electrifying Agriculture

Senin, 7 September 2020 | 15:53 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja ekonomi di saat pandemi melalui berbagai program yang telah diluncurkan. Untuk peningkatan sektor pertanian, PLN juga telah meluncurkan program Electrifying Agriculture sejak beberapa tahun belakangan.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril dalam acara Webinar bertajuk "Listrik dan Produktivitas Usaha Tani" beberapa hari yang lalu menegaskan bahwa keseriusan dukungan dari PLN untuk mensejahterakan kehidupan petani di Indonesia melalui program-program elektrifikasinya ini juga telah mendapatkan dukung dari Kementerian Pertanian.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pada Agustus lalu, BPS mencatat bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang mengalami pertumbuhan paling tinggi di kala pandemi, dengan peningkatan hingga 16,24 persen pada Triwulan pertama, dimana perekonomian nasional sedang mengalami penurunan 5,32 persen.

"Adanya fakta ini meningkatkan semangat PLN untuk terus mendukung penggunaan tenaga listrik bagi petani, yang saat ini sudah meluas sebagai tenaga penggerak, pemanas, dan pengolah mesin pertanian melalui layanan Electrifying Agriculture. PLN juga bersinergi dengan Ditjen PSP Kementrian Pertanian dengan memberikan fasilitas infrastruktur pertanian untuk pengairan dan penyediaan lahan," ujanya, Surabaya, Senin (7/2020).

Manager UP3 Madiun, Daniel Lestanto mengatakan salah satu program PLN untuk mendukung sektor pertanian adalah dengan adanya program "LISSA (Listrulik Desa) Untuk Petani" yang diselenggarakan oleh PLN UP3 Madiun sejak tahun 2019.

"Dengan total luas sawah di Madiun yang mencapai kurang lebih 104.000 hektar, 32 persen diantaranya sudah terlistriki oleh PLN. Artinya masih ada kurang lebih 69.000 hektar sawah yang masih menggunakan diesel dan menjadi peluang untuk PLN meluaskan program LISSA," tambahnya.

Namun begitu, Daniel berpesan agar para petani tetap waspada terhadap para oknum yang mengatasnamakan PLN untuk meminta sejumlah bayaran ketika melakukan penyambungan jaringan baru, sebab itu adalah tanggung jawab PLN secara penuh.

Daniel juga mengungkap bahwa program ini sudah melakukan kerjasama dengan BRI untuk mempermudah petani mencari pinjaman modal dengan bunga rendah serta free voucher listrik. "Kalau Lisdes sudah didukung penuh oleh Kementerian ESDM, harapannya LISSA bisa didukung penuh oleh Kementerian Pertanian," pungkasnya.

Dalam wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Banyuwangi juga merupakan salah satu daerah yang ikut mendukung penuh upaya untuk mensejahterakan petani, dengan melaksanakan program "Listrik Untuk Sang Naga, Ladang Cahaya".

"Saat ini produksi Buah Naga terbanyak terdapat pada Kecamatan Jajag, namun program ini sudah dilaksanakan di 7 kecamatan di Banyuwangi. Sejak adanya program ini, Panaba (Paguyuban Buah Naga Banyuwangi) yang pada tahun 2016 berjumlah 468, saat ini meningkat hingga mencapai 8.797 paguyuban," papar Manager UP3 Banyuwangi, Krisantus.

Lebih lanjut ia menjelaskan omset yang dihasilkan sebelum adanya penyinaran listrik oleh PLN berkisar 179 juta, dan setelah mendapatkan penyinaran, omset meningkat hingga 764 juta. Petani dengan lahan 1 hektar diperkirakan mampu meraih omset sebesar 943 juta per tahunnya. Disamping itu, PLN juga berintegrasi dengan sektor pertanian dan pariwisata dengan membuat wisata edukasi di Agrowisata Tamansuro yang bekerjasama dengan dinas pertanian.

Mengapresiasi positif upaya PLN dorong sektor pertanian, Sekretaris Direktorat Jenderal PSP Kementrian Pertanian, Gunawan mengucapkan terimakasih atas peran penting PLN selama ini dengan programnya yang menyentuh langsung kaum petani.

"Pada kesempatan ini pula kami menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan PLN LISSA dan Listrik Untuk Sang Naga akan segera dipinang oleh Kementan," ungkapnya.

Merasakan manfaat listrik untuk pertaniannya, salah satu petani buah naga Banyuwangi, Slamet mengatakan bahwa PLN sangat berperan untuk petani buah naga. "Awalnya memakai diesel dan takut untik memakai jasa PLN. Namun ternyata ketika mengajukan permohonan ke PLN, PLN sangat welcome dan mau membantu petani. Saya sangat berterimakasih pada PLN yang sudah mau melayani sampai ke plosok sawah. Pendapatan petani menjadi meningkat hingga 75 persen berkat PLN," pungkasnya.

Melalui acara ini, Bob berharap berharap melalui sinergi kelistrikan di sektor pertanian dapat memaksimalkan produktivitas pertanian dan meningkatkan efisiensi pelaku usaha tani, sehingga bisa meningkatkan daya saing industri dan ketahanan pangan nasional.kbc6

Bagikan artikel ini: