Mau ekonomi pulih? Apindo: Fokus kendalikan penyebaran Covid-19

Minggu, 6 September 2020 | 13:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono menilai pemerintah perlu fokus mengendalikan penyebaran Covid-19 terlebih dahulu dalam memulihkan perekonomian nasional.

Menurut Sutrisno tidak ada jalan lain untuk menghentikan penyebaran virus selain menerapkan karantina wilayah (lockdown) khususnya di Jakarta, mengingat jumlah kasus positif Covid-19 saat ini semakin bertambah.

"Sebenarnya pada April itu kami sudah siap melakukan lockdown karena hanya dengan itu penyebaran dapat dihentikan, tetapi kemudian tidak terjadi. Kalau kita mau memperbaiki ekonomi, penyebaran virus itu harus dihentikan dulu," kata Sutrisno dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/9/2020).

Sutrisno menjelaskan sepanjang penyebaran virus ini tidak dapat dikendalikan, selama itu pula perlambatan ekonomi masih akan terus terjadi. Pemerintah dinilai perlu memikirkan strategi agar penyebaran virus dan infeksi tidak semakin meluas, bukan hanya berfokus pada pengobatan pasien yang sudah positif terpapar Covid-19.

Menurut Sutrisno jumlah tes di Indonesia juga masih terbilang sedikit, yakni sebanyak 8.000 orang per 1 juta penduduk.Padahal jumlah tes di Amerika Serikat sudah mencapai 250.000 orang per 1 juta penduduk.

"Jangan kita terbuai pada daerah zona hijau, itu belum tentu karena testingkita rendah. Semakin banyak tes dilakukan, memang tingkat infeksinya akan semakin tinggi, tetapi kita punya data pasti," terang Sutrisno.

Dia menambahkan, penanganan penyebaran virus yang terarah dapat memberi keyakinan pada investor, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap pemerintah.

Menurut data Kementerian Sosial (Kemensos) Peta Sebaran Covid-19 di Indonesi per Sabtu (5/6/2020) jumlah konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 190.665.Dari data tersebut 136.401 dinyatakan sembuh, 7.940 meninggal, 46.324 merupakan kasus aktif yang masih membutuhkan perawatan.

Penambahan kasus positif setiap harinya berkisar di angka 2.000-3.000 kasus. Pekan pertama September telah terakumulasi sebanyak 15.869 kasus.kbc11

Bagikan artikel ini: