Bisnis asuransi kendaraan terimbas lesunya penjualan otomotif

Jum'at, 4 September 2020 | 12:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi asuransi kendaraan bermotor sepanjang kuartal II-2020 lalu mengalami kontraksi 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe mengungkapkan, pertumbuhan negatif premi asuransi kendaraan bermotor di kuartal II tahun 2020 ini sesuai dengan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terkait turunnya penjualan kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4.

"Hal ini sejalan dengan menurunnya penjualan kendaraan bermotor di kuartal 2 tahun 2020," kata dia dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/9/2020).

Disebutkan produksi mobil pada kuartal II-2020 mencapai 41.520 unit, atau turun sebesar 87,34% quarter to quarter dan turun sebesar 85,02% yoy, sedangkan penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada kuartal I-2020 mencapai 24.042 unit, atau turun sebesar 89,85% quarter to quarter dan turun sebesar 89,44% yoy.

"Penjualan sepeda motor secara wholesale pada Triwulan II-2020 mencapai 313.625 unit, atau turun sebesar 80,06% quarter to quarter dan turun sebesar 79,70% year on year," kata dia.

Sedangkan untuk klaim bruto asuransi umum pada kuartal II tahun 2020 ini mencatatkan peningkatan sebesar 3,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Rasio klaim dibayar terhadap premi selama kuartal II tahun 2020 meningkat 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 45,3%," jelasnya.

Reasuransi Indonesia mengalami pertumbuhan positif di kuartal II tahun 2020 sebesar 23,8%. Sementara Klaim Reasuransi kuartal II tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 73,4%. kbc10

Bagikan artikel ini: