Kebutuhan elpiji 3 Kg tahun depan capai 7,50 juta metrik ton

Selasa, 1 September 2020 | 13:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) memperkirakan kebutuhan elpiji 3 kilogram (kg) pada 2021 naik menjadi 7,50 juta metrik ton. Kenaikan tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan gas yang terus meningkat terutama di masa pandemi Virus Corona (Covid-19).

CEO Commercial & Trading Subholding Pertamina, Mas'ud Khamid mengatakan, hingga pertengahan tahun ini realisasi penyaluran elpiji bersubsidi mencapai 4,11 juta metrik ton. Sedangkan hingga akhir tahun, ditaksir penyaluran subsidi dapat mencapai 7,06 juta metrik ton.

"Ini kondisinya. Apalagi selama pandemi ini, konsumsi elpiji bersubsidi semakin naik. Sedangkan elpiji yang non-PSO turun. Hal ini juga dipengaruhi tutupnya beberapa restoran beberapa waktu lalu saat PSBB yang menurunkan konsumsi non PSO," ujarnya dalam rapat kerja dengan DPR, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Mas'ud merinci, kebutuhan rata rata gas elpiji saat ini untuk rumah tangga mencapai 75 persen dari total ketersediaan. Sedangkan 20 persennya diserap kelompok UMKM untuk kebutuhan usaha. Kemudian, sisanya sekitar 5 persen diserap oleh para petani.

"Apalagi seperti saat musim kemarau, para petani memilih untuk menggunakan elpiji dibandingkan memakai diesel agar lebih efisien," kata Mas'ud.

Perusahaan pelat merah tersebut mengusulkan adanya langkah substitusi dari penggunaan elpiji subsidi apabila pemerintah tidak ingin APBN terus membengkak karena menutup kebutuhan masyarakat. Apabila tidak ada konversi maka konsumsi elpiji dipastikan terus naik dari tahun ke tahun.

"Kebutuhan rumah tangga 1 hingga 5 itu butuh 15 kg per bulan. Jadi, setahun 180 kg. Kalau kita melakukan konversi 1,1 juta. Jadi 1,1 juta kali 180 kg. 240 metrik ton kebutuhan tambahan di luar bisnis. Jadi hitungan kami dengan situasi ini maka di 7,5 juta metrik ton. Ini di batas bawah kami," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: