Dua perusahaan ini berniat akuisisi TikTok senilai Rp293,42 triliun

Senin, 31 Agustus 2020 | 09:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dua perusahaan yakni Centricus Asset Management Ltd. dan Triller Inc. tengah membidik operasi TikTok di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lainnya dengan nilai penawaran akuisisi mencapai US$20 miliar. Angka ini setara dengan Rp 293,42 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.671 per dolar AS.

Dilansir dari sumber yang dikutip Bloomberg, sejumlah investor yang dinaungi oleh Centricus akan bekerja sama dengan Triller Inc. Triller dikenal sebagai media sosial berbasis musik dan video berbasis di AS.

Perusahaan tersebut akan memiliki saham minoritas dalam kerja sama tersebut. Centricus dan Triller telah menyerahkan tawarannya kepada ByteDance untuk mengakuisisi aset perusahaan di AS, Australia, Selandia Baru dan India.

Menurut sumber Bloomberg, penawaran tersebut berupa uang muka senilai US$10 miliar dan pembagian laba sebesar US$10 miliar dari penghasilan join venture tersebut. Dengan demikian, tawaran dari Centricus dan Triller akan menyaingi Microsoft Corp. dan Oracle Corp yang juga mengincar TikTok. 

Ketika dikonfirmasi terkait dengan penawaran Centricus dan Triller itu, juru bicara TikTok hanya menjawab pendek. "Apa itu Triller?" ujar juru bicara TikTok tersebut.

Dia  juga mengungkapkan potensi akuisisi oleh Centricus dan Triller sebagai hal yang tidak mungkin.

Wakil dari Centricus membenarkan tawaran perusahaan terhadap aset TikTok di AS dan sejumlah negara lain. Namun, juru bicara Triller tidak memberikan komentar apapun.

Sebelumnya diberitakan Walmart Inc ikut serta untuk mengakuisisi TikTok di kawasan Amerika Utara. Perusahaan ritel modern tersebut bakal bergabung dengan Microsoft dalam aksi korporasi tersebut.

Seperti dikutip dari The New York Times, Jumat lalu, 28 Agustus 2020, koalisi Walmart dan Microsoft akan bersaing dengan Oracle untuk mengambil alih TikTok dari ByteDance dari China. 

Beberapa sumber The New York Times mengatakan, komposisi perusahaan yang berminat mengakuisisi TikTok bisa berubah dalam beberapa waktu ke depan. Saat ini, proses diskusi antara ByteDance dan perusahaan yang berminat mengakuisisi TikTok terus berjalan.

Para sumber tersebut menyebutkan, ByteDance bakal mengumumkan perusahaan pemenang dalam beberapa hari ke depan. Mereka mengatakan, siapapun pemenangnya, berpeluang mengubah konsep dari TikTok di Amerika Serikat, yang awalnya berupa media sosial berbasis video.

Kesepakatan dengan Microsoft dan Walmart disebut-sebut bakal mengubah konsep TikTok secara signifikan. Selain menawarkan layanan media sosial berbasis video, TikTok di bawah kendali dua perusahaan itu bisa menjelma sebagai aplikasi dagang elektronik (e-commerce).

Hal itu akan membuat TikTok serupa dengan Douyin. Seperti diketahui Douyin merupakan aplikasi berbasis video yang memiliki layanan e-commerce yang terintegrasi di dalamnya.  

Walmart sudah mengkonfirmasi ikut berpartisipasi dalam aksi akuisisi TikTok. "Kami yakin bahwa kemitraan Walmart dan Microsoft akan memenuhi harapan pengguna TikTok A.S. sekaligus memenuhi kekhawatiran Pemerintah AS," ujar perwakilan perusahaan.

Apabila TikTok jatuh ke tangan Oracle, maka TikTok diperkirakan bakal membuat kemampuan perusahaan digital tersebut meningkat. Pasalnya, Oracle dapat memanfaatkan data dari TikTok untuk memperkuat bisnis komputasi awan, big data dan periklanan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif pada awal bulan ini. Perintah eksekutif itu meminta TikTok untuk menjual operasinya di AS ke perusahaan lokal paling lambat pertengahan September. Kebijakan itu didasarkan pada perlidungan keamanan data dari masyarakatnya. kbc10

Bagikan artikel ini: