PGN fokus garap gasifikasi tiga PLTD PLN

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 21:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk akan fokus menggarap proyek gasifikasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Anak usaha Pertamina itu bahkan menargetkan tidak menyelesaikan tiga pembangkit dalam waktu dekat.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar mengatakan tiga pembangkit yang masuk dalam program quick win gasifikasi itu terdiri dari PLTMG di Nias, PLTMG di Tanjung Selor, dan PLTMG di Sorong. PLTMG Nias memiliki kapasitas gas 4,7 BBTUD masih dalam tahap pembahasan dengan PLN.

PGN berharap bisa segera membangun proyek tersebut. Adapun pembangunan yang direncanakan dalam waktu dekat berupa sarana penyimpanan gas alam cair (LNG) di darat dan penyiapan infrastruktur penyokong kapal untuk membawa LNG dari Arun ke Nias.

Selanjutnya, ada PLTMG Tanjung Selor yang memiliki volume gas sebesar 2 BBTUD. PGN tengah menyiapkan infrastruktur termasuk sarana transportasi untuk membawa gas dari Bontang ke Tanjung Selor dengan menggunakan ISO tank.

"Ini diharapkan bisa lebih cepat lagi untuk bisa digasifikasi. Dimulai operasinya di dalam dua bulan ke depan," kata Syahrial dalam video conference di Jakarta Jumat (28/8/2029).

Untuk PLTMG Sorong, PGN masih dalam tahap pembahasan dengan PLN. Khusus untuk proyek tersebut, PGN bekerja sama dengan perusahaan daerah untuk melaksanakan konversi pembangkit listriknya.

Dengan kerja sama dengan perusahaan daerah, PGN ingin manfaat konversi pembangkit listrik dari bahan bakar diesel menjadi gas bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar. "Manfaat untuk konversi ini diharapkan bisa dirasakan oleh pemerintah daerah dan berbagai pihak yang ada," katanya.

Tidak hanya itu, PGN juga mencari mitra untuk membiayai proyek gasifikasi 52 pembangkit listrik tenaga diesel lainnya milik PLN. Dalam proyek itu, PGN akan mengonversikan pembangkit dari bahan bakar diesel menjadi gas dengan pasokan sebesar 150 sampai 300 juta meter kaki kubik per hari (MMscdf).kbc11

Bagikan artikel ini: