Genjot penjualan, Sari Roti bangun dua pabrik baru

Kamis, 27 Agustus 2020 | 09:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di tengah pandemi Covid-19, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk ( ROTI) terus berupaya untuk memaksimalkan kinerja perusahaan di sisa tahun 2020. Salah satu upayanya adalah dengan ekspansi pembangunan dua pabrik baru.

Dua pabrik baru yang sedang dibangun berada di kota Banjarmasin dan Pekanbaru.

Sebelumnya, perusahaan telah mengoperasikan 14 pabrik dengan sebaran 13 pabrik berlokasi strategis di Indonesia dan 1 pabrik di Filipina dengan total kapasitas produksi 5 juta roti per hari.

Head Investor and Public Relations ROTI, Hadi Susilo mengatakan, dua pabrik tersebut akan membantu pabrik eksisting, dalam penjualan produk. Dengan begitu perusahaan optimistis target penjualan pada tahun 2020 akan tercapai.

"Dua pabrik baru ini tidak hanya menyuplai Kalimantan Selatan, tapi juga Kalimantan Barat dan Pontianak. Sedangkan pabrik di Pekan Baru akan melengkapi sampai dengan Sumatera Barat, Jambi dan daerah sekitarnya," sebut Hadi dalam Public Expose Live, Rabu (26/8/2020).

Meskipun enggan menjabarkan secara terperinci terkait dengan nilai investasi pabrik, namun Hadi menyebutkan bahwa pada semester I tahun ini, perusahaan menggelontorkan dana Rp 182 miliar untuk belanja modal atau Capitral Expenditure (Capex).

"Angka ini setara 45,5 persen dari total anggaran belanja yang dianggarkan sebesar Rp 400 miliar sepanjang 2020," jelas dia.

Di sisi lain, kondisi pandemi Covid-19 nyatanya tidak berpengaruh dalam pendapatan ROTI di semester I tahun 2020. Perusahaan mencatatkan kinerja dengan penjualan bersih Rp 1,67 triliun, atau meningkat 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dampak terhadap penjualan atau kinerja Sari Roti ada, tapitidak signifikan. Ini karena seluruh 14 pabrik kita tetap beroperasi. Kita juga beruntung, karena barada pada masa ekspansi untuk pabrik di Kalimantan dan Gresik sehingga tetap mendukung penjualan," ujar dia.

Menurut dia, di masa pandemi Covid-19 kawasan bisnis memang menunjukkan penurunan dalam penjualan akibat banyak pekerja yang melakukan WFH. Maka dari itu, perusahaan melakukan penetrasi di kawasan perumahan.

"Dampak di kawasan bisnis, seperti SCBD banyak yang WFH adapun aktivitas di perkotaan kurang dari 50 persen. Ini berdampak pada penjualan kami, tapi di sisi lain kita melihat pertumbuhan di daerah perumahan, jadi fokus kami selama pandemi meakukan drop ini di kawasan perumahan," jelas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: