Jumlah penumpang Citilink naik 17 persen selama libur panjang

Minggu, 23 Agustus 2020 | 08:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maskapai penerbangan Citilink Indonesia (Citilink) mencatat adanya peningkatan tingkat keterisian atau okupansi selama sepekan terakhir atau pada periode liburan panjang HUT Ke-75 RI dan Tahun Baru Islam 1441 H.

Direktur Utama Citilink membuat Juliandra Nurtjahjo mengatakan, selama sepekan terakhir pihaknya mencatatkan kenaikan okupansi hingga 17 persen dibandingkan hari biasa selama masa adaptasi kebiasaan baru.

Dengan demikian, okupansi penumpang pesawat Citilink berhasil mencapai okupansi maksimum dengan rerata sebesar 70 persen sesuai dengan regulasi yang telah ditentukan.

"Dan berdasarkan pencatatan kami lonjakan penumpang paling tinggi yaitu terjadi pada rute-rute pariwisata domestik seperti Bali, Labuan Bajo, Yogyakarta, Silangit dan rute-rute pariwisata domestik lainnya," katanya, Sabtu (22/8/2020).

Menurut Juliandra, kenaikan penumpang pada periode libur panjang HUT ke-75 RI dan Tahun Baru Islam 1441 H sudah dibarengi dengan kesiapan seluruh kru yang bertugas untuk mempersiapkan dan memastikan penerapan protokol kesehatan selama penerbangan maupun sebelum atau sesudah penerbangan di Bandara.

"Sebagai komitmen Citilink dalam memprioritaskan kenyamanan dan keamanan selama penerbangan, Citilink senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di seluruh lini operasional penerbangannya baik dari pre-, in-, hingga post-flight dengan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan untuk memastikan penerbangan bagi seluruh penumpang dan seluruh kru yang bertugas dapat berjalan dengan optimal, nyaman dan aman," tuturnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, tercatat kenaikan jumlah penumpang angkutan udara lebih dari empat kali lipat dibandingkan keadaan normal selama pandemi Covid-19.

"(Pada) 20 Agustus 2020 tercatat 508 pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta. Terdapat peningkatan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya saat Covid-19 melanda Indonesia dengan jumlah pergerakan pesawat hanya 100-120 penerbangan setiap hari," katanya.

Namun, jika dibandingkan dengan kondisi normal sebelum pandemi Covid-19 merebak, menurut Adita, jumlah tersebut masih mengalami penurunan. Pasalnya, dalam keadaan normal jumlah penerbangan di Bandara Internasional Soekarno Hatta bisa mencapai 1.300 penerbangan. kbc10

Bagikan artikel ini: