Peminat TikTok, mulai Microsoft, Twitter hingga Oracle

Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan teknologi Oracle Corp menggelar pendahuluan diskusi dengan ByteDance untuk mengakuisisi platform video singkat TikTok.

Seperti diberitakan The Financial Times, Selasa (18/8/2020), Oracle serius mempertimbangkan untuk membeli operasional TikTok di Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Oracle, ByteDance dan TikTok tidak berkomentar atas pemberitaan itu. Sebelumnya, Twitter Inc juga dikabarkan mendekati ByteDance, raksasa perusahaan internet di China yang adalah induk dari TikTok.

Sejauh ini, Microsoft Corp yang telah terbuka mengungkap negosiasi yang dilakukannya untuk membeli operasional TikTok di Amerika Serikat. CEO Microsoft Satya Nadella bertemu dengan Presiden Donald Trump membahas rencana akuisisi ini beberapa waktu lalu.

Presiden Trump juga sudah menyatakan setuju dengan rencana Microsoft membeli TikTok. Ia bahkan berpendapat akan lebih mudah jika Microsoft membeli semua saham TIkTok dibandingkan hanya 30 persen.

Negosiasi Microsoft dengan ByteDance ditargetkan selesai pada 15 September mendatang. Tenggat itu sesuai dengan yang diberikan Trump kepada TikTok untuk segera beralih menjadi perusahaan Amerika jika tidak ingin diblokir.

Seperti diketahui, tekanan dialami TikTok karena kecurigaan platform yang tengah populer itu memberikan toleransi kepada otoritas di China untuk mengakses data pengguna dan melakukan moderasi konten. TikTok membantah tudingan itu. kbc10

Bagikan artikel ini: