Berlaku otomatis, ini perhitungan stimulus keringanan tagihan PLN

Rabu, 19 Agustus 2020 | 09:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) menyatakan program stimulus keringanan tagihan listrik berupa pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum dan pembebasan biaya beban/abonemen untuk pelanggan golongan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus berlaku secara otomatis.

EPV Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN Edison Sipatuhar menuturkan, pelanggan tidak perlu mendaftar secara khusus untuk menikmati stimulus yang berlaku untuk rekening Juli-Desember 2020 ini. Karena stimulus baru diimplementasikan pada Agustus 2020, maka bagi pelanggan yang belum membayar rekening Juli 2020 akan diberlakukan koreksi rekening sehingga yang akan dibayarkan otomatis sudah dikurangi stimulus.Namun biaya keterlambatan tetap berlaku.

Sedangkan bagi pelanggan yang sudah membayar rekening pada Juli 2020, stimulus akan direstitusi dengan pengurangan tagihan pada bulan-bulan berikutnya atau mulai rekening September 2020. "Untuk Agustus langsung kami lakukan kompensasi stimulus rekening Agustus. Yang sudah bayar Juli kami restitusi. Karena Agustus rekening sudah jalan, maka restitusi nanti di September," ujar Edison dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Stimulus tidak termasuk pajak penerangan jalan (PJJ). PPJ hanya dikenakan sesuai pemakaian real pelanggan. Pemerintah hanya memberikan kompensasi dari selisih pemakaian kWh.

Edison menambahkan program stimulus tidak berlaku bagi pelanggan dengan status berhenti atau berhenti sementara selama program berlaku.Adapun penerima stimulus golongan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus perinciannya sebagai berikut pertama,pembebasan rekening minimum bagi pelanggan reguler pascabayar yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum reguler (40 jam nyala). Kebijakan ini  diberlakukan bagi  pelanggan golongan sosial daya 1.300 VA ke atas (S2/1300 VA s.d. S-3/> 200 kVA).

Kemudian pelanggan golongan bisnis daya 1.300 VA ke atas (B1/1.300 VA s.d. B-3/> 200 kVA)  dan pelanggan golongan industri daya 1.300 VA ke atas (I-1/1.300 VA s.d. I-4/30.000 kVA ke atas).  Stimulus selanjutnya mengenai pembebasan rekening minimum bagi pelanggan golongan layanan khusus yang pemakaian energi listrik di bawah jam nyala minimum sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

Insetif listrik bagi pelanggan juga mencakup pembebasan biaya beban/abonemen diberlakukan bagi pelanggan golongan sosial daya 220 VA dan 900 VA (S-1/220 VA, S-2/450 VA, S-2/900 VA).Berikutnya pelanggan golongan bisnis daya 900 VA (B-1/900 VA) dan pelanggan golongan industri daya 900 VA (1-1/900 VA)

Melalui stimulus tarif tenaga listrik ini, pelanggan hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian riil. Sedangkan selisih dari rekening minimum atau jam nyala minimum terhadap rekening realisasi pemakaian serta biaya beban menjadi stimulus yang dibayar pemerintah.

Untuk skema stimulus pembebasan rekening minimum, perhitungan rekening riilnya yang dibayarkan pelanggan adalah (stan akhir-stan awal) pemakaian listrik luar waktu beban puncak/LWBP x tarif LWBP + (stan akhir-stan awal) waktu beban puncak/WBP x tarif WBP.Skema stimulus pembebasan biaya beban, biaya pemakaian riil dihitung (stan akhir-stan awal) x tarif.kbc11

Bagikan artikel ini: