Survei sebut pendapatan UMKM mitra Grab terus meningkat

Selasa, 18 Agustus 2020 | 23:05 WIB ET
Sumarni, mitra agen GrabKios di Surabaya.
Sumarni, mitra agen GrabKios di Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara berkomitmen untuk mendorong mitra bisnisnya, untuk bisa mendapatkan peningkatan pendapatan dan kualitas hidup. Salah satunya melalui program #TerusUsaha guna mendorong percepatan digitalisasi bagi jutaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics telah merilis sebuah studi yang menunjukkan kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab yang mencapai Rp8,9 triliun di Surabaya pada tahun 2019.

Temuan Riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara juga mengungkapkan bahwa pekerja lepas dan UMKM yang didukung teknologi Grab berkontribusi sebesar Rp8,9 triliun bagi perekonomian Surabaya pada tahun 2018 dan riset terbaru pada 2020, menunjukkan bahwa 23% responden mengaku bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang saat bisnisnya berkembang.

Ini menandakan bahwa digitalisasi menjadi sangat penting dalam membantu para UMKM untuk bangkit guna menjaga ketahanan ekonomi dan lapangan kerja, khususnya memasuki era new normal ini.

Terbaru, studi lain yang dilakukan pada Januari 2020 di Kota Surabaya dirilis dan menemukan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 15%.

Economist Tenggara Strategics, Stella Kusumawardani mengungkapkan, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. 81% mitra pengemudi GrabBike dan 69% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp967 ribu hingga Rp1,2 juta.

"Sebagai tambahan, 55% dari mitra pengemudi GrabBike dan 84% mitra pengemudi GrabCar mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru," jelasnya pada konferensi pers virtual peluncuran #TerusUsaha untuk wilayah Jatim, Selasa (18/8/2020).

Riset tersebut menjelaskan 11% mitra merchant GrabFood di kota Surabaya terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 17% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya. Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. 23% mitra merchant GrabFood di Surabaya menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Mitra merchant GrabFood Surabaya yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 37% menjadi Rp39,1 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Surabaya meningkat 28% menjadi Rp9,5 juta per bulan sejak bergabung. Sebanyak 46% mitra merchant GrabFood Surabaya juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya.

Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Kota Surabaya dengan peningkatan pendapatan hingga 125% menjadi Rp9,3 juta per bulan dan 85% menjadi Rp5 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 23% mitra pengemudi GrabBike dan 20% mitra pengemudi GrabCar di Kota Surabaya baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab. 

Stella menyebut, pertumbuhan sektor gig economy memiliki peran yang besar kepada ketahanan ekonomi. “Dari hasil riset, terlihat sejumlah manfaat yang secara langsung dirasakan oleh sektor gig economy. Kami pun percaya bahwa platform teknologi seperti Grab dapat membantu pemulihan dan pertumbuhan kembali perekonomian yang terkena dampak negatif pandemi. Kita sudah melihat bukti bahwa gig economy mampu memberikan kontribusi yang besar pada 2019 lalu. Hal ini bisa terjadi jika masyarakat lebih memanfaatkan teknologi dan mulai bertransformasi digital dalam sebuah ekosistem yang baik,” jelasnya.

 

Sumarni, pemilik toko Jaya Merr sekaligus mitra agen GrabKios di Surabaya mengaku tertarik untuk menambah jenis layanan yang bisa dia berikan bagi pelanggan, terutama layanan finansial dan digital. 

Diakuinya, menjadi agen GrabKios ternyata mudah dan hanya perlu modal ponsel dan bisa langsung mengerti sejak pertama kali menggunakannya. Dia menyebut, warungnya tidak hanya menjual kebutuhan harian, tapi sekarang bisa melayani pembelian pulsa, token listrik, pembayaran tagihan dan jadinya, tambah ramai.

"Saat pandemi, ketika banyak warung yang bangkrut, warung saya ini pun terselamatkan karena adanya produk digital karena layanan transfer uang jadi meningkat dua kali lipat karena banyak orang yang takut pergi ke bank. Saya bisa mempertahankan karyawan satu-satunya yang sudah membantu sejak pertama kali membuka usaha. Namun, saya tetap perlu melakukan usaha keras untuk tetap dipercaya oleh pembeli dengan selalu ramah dan melayani dengan baik, seperti tetap melayani pelanggan yang ingin membeli token listrik pada jam berapapun. Dengan mengandalkan teknologi, saya bisa bertahan dan  bisa terus membiayai kuliah anak dan mulai menabung emas dari smartphone,” jelasnya.

Head of East Indonesia Grab Indonesia, Halim Wijaya mengatakan, secara nasional, Grab telah menyambut lebih dari 150.000 mitra UMKM baru dalam platform selama pandemi Covid-19. 

"Kami berharap dengan adanya program #TerusUsaha yang telah hadir di 12 kota di Indonesia, bisa merangkul dan menyemangati lebih banyak lagi pelaku UMKM dan bagi individu yang mata pencahariannya terdampak akibat Covid-19," ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: