Terus menggeliat, ekspor nonmigas Jatim naik 8,46% pada Juli 2020

Selasa, 18 Agustus 2020 | 21:42 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor nonmigas Jawa Timur menunjukkan geliat yang cukup baik. setelah pada bulan Juni 2020 naik sebesar 23,25 persen, maka pada bulan Juli 2020 kembali naik sebesar 8,46 persen dibanding bulan sebelumnya.

"Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor sektor nonmigas meningkat sebesar 8,46 persen, yaitu dari US$ 1,35 miliar menjadi US$ 1,47 miliar. Nilai ekspor sektor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 93,21 persen dari total ekspor bulan ini," kata Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan di Surabaya, Selasa (18/8/2020).

Komoditas tembaga menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar US$ 135,82 juta. Nilai tersebut naik 10,56 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 122,84 juta.  Komoditas tembaga berkontribusi sebesar 9,27 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan Juli 2020. Komoditas ini paling banyak diekspor ke Tiongkok dengan nilai US$ 92,64 juta.

"Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah Lemak dan minyak hewan atau nabati yang menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 130,16 juta, atau naik sebesar 27,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas ini menyumbang 8,88 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Tiongkok dengan nilai US$ 47,97 juta," ujarnya.

Komoditas ekspor peringkat ketiga adalah golongan Kayu dan barang dari kayu

dengan nilai ekspor sebesar US$ 118,12 juta atau naik sebesar 11,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 8,06 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Jepang senilai US$ 20,45 juta. 

"Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada bulan Juli 2020 terjadi pada golongan barang Lemak dan minyak hewan atau nabati yang naik sebesar US$ 27,81 juta, dari US$ 102,36 juta menjadi US$ 130,16 juta di bulan Juli. Sedangkan penurunan nilai ekspor terbesar adalah barang pupuk  yang turun dari US$ 21,42 juta menjadi US$ 1,23 juta atau turun sebesar US$ 20,19 juta," lanjut Dadan.

Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Tiongkok adalah negara tujuan utama ekspor Jawa Timur bulan Juli 2020, disusul ke Jepang dan Amerika Serikat. "Selama bulan ini, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Tiongkok mencapai US$ 270,62 juta, sedangkan ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat berturut-turut sebesar US$ 239,61 juta dan US$ 210,97 juta," tambahnya. 

Kawasan negara Asean masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur selama bulan Juli 2020, dengan peranan sebesar 14,36 persen. Malaysia menjadi negara utama dengan peranan 4,93 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur, diikuti Vietnam dengan peranan sebesar 3,09 persen. Ekspor nonmigas bulan ini ke kawasan Asean sebesar US$ 210,38 juta.

Sementara ekspor nonmigas ke negara Uni Eropa menyumbang 8,18 persen atau dengan nilai US$ 119,84 juta. Ekspor ke kawasan ini, dominan ke Belanda sebesar US$ 44,39 juta dan diikuti ekspor ke Jerman sebesar US$ 20,68 juta.

"Secara kumulatif selama Januari - Juli 2020, ekspor nonmigas ke kawasan negara Asean sebesar US$ 2,14 miliar atau dengan peranan 19,69 persen. Singapura menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor nonmigas mencapai US$ 852,55 juta, dengan peranan sebesar 7,83 persen," terang Dadang.  

Ekspor nonmigas ke Uni Eropa pada periode tersebut mencapai US$ 837,55 juta dengan kontribusi sebesar 7,69 persen. Ekspor ke Belanda merupakan yang terbesar ke Uni Eropa selama Januari - Juli 2020 senilai US$ 266,93 juta, atau dengan peranan sebesar 2,45 persen.

Ekspor nonmigas negara utama lainnya selama periode ini, yang terbesar adalah ke Jepang dengan nilai US$ 1.649,02 juta atau dengan kontribusi sebesar 15,15 persen, disusul ke Tiongkok sebesar US$ 1.524,87 juta atau dengan peranan sebesar 14,01 persen dan ke Amerika Serikat sebesar US$ 1.419,48 juta atau dengan peranan sebesar 13,04 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: