Angka backlog rumah tinggi, arek Surabaya ini bikin aplikasi nabung tanah

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 08:41 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masih tingginya angka kekurangan pasokan (backlog) rumah di Tanah Air yang mencapai 7,6 jut unit (data Kementerian PUPR awal 2020) masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Harga tanah maupun tanah yang terus naik kian membuat angka backlog kian bertambah akibat ketidakterjangkauan daya beli konsumen.

Kondisi itu diperparah dengan pandemi Covid-19 yang membuat daya beli masyarakat kian lemah.

Menyadari hal ini, pria asal Surabaya, Saiful Soemarsono menggagas sebuah aplikasi nabung tanah dengan memanfaatkan ponsel pintar alias smartphone dengan nama nabungtanah.id.

Menurut Saiful, aplikasi ini terinspirasi dari masih tingginya kebutuhan akan hunian sementara harga rumah dan tanah terus melambung tinggi.

Melalui aplikasi nabungtanah.id ini pun, pengguna bisa membeli tanah dengan harga minim.

"Jadi sistemnya ini, uang pengguna dikumpulkan dengan pengguna lainnya untuk membeli tanah, kemudian tanah dijual dan dikembangkan menjadi sebuah perumahan. Hasil keuntungan penjualan ini akan dibagi masing-masing pengguna mendapatkan 30 persen dari slotnya, satu slot itu dihargai lima juta rupiah," kata Saiful Sumarsono di Surabaya, Jumat (14/8/2020).

Dijelaskannya, pengguna aplikasi ini bisa mendaftar untuk menabung tanah sebagai jaminan uang pengguna tidak hilang. Masyarakat juga tidak perlu khawatir karena transaksi yang dilakukan sesuai prosedur dan dilindungi undang-undang.

"Pengguna ini akan mendapatkan dokumen berupa surat ikatan jual beli, kemudian uang akan tersimpan dan dibelikan sebidang tanah," urainya.

Saiful mengklaim, sejak dikembangkan pada Januari 2020 lalu, aplikasi nabung tanah sudah memiliki lebih dari dua ribu pengguna. Ada beberapa titik yang sudah dibangun perumahan termasuk berada di kawasan Surabaya.

"Aplikasi ini sudah memiliki lebih dari dua ribu pengguna, dan hingga saat ini sudah ada 20 titik atau cluster yang dibangun di beberapa kawasan di kota Surabaya," ungkap Saiful. kbc7

Bagikan artikel ini: