Peningkatan konsumsi oleokimia jadi penyelamat ekspor minyak sawit

Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat ekspor produk turunan sawit yakni oleokimia (oleochemical) tumbuh signifikan hingga 24% sepanjang semester I-2020.

Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono menjelaskan oleokimia merupakan bahan kimia dari produk turunan sawit, telah menjadi bahan baku pembersih, mulai dari sabun, hand sanitizer, hingga cairan disinfektan. Permintaan pasar akan oleokimia pun meningkat, seiring dengan merebaknya pandemi Covid-19 yang menuntut pentingnya sanitasi atau bahan pembersih untuk digunakan masyarakat

"Yang menarik, ekspor kita turun 11 persen, tetapi ekspor oleokimia naiknya signifikan. Ekspor oleokimia 'year on year' sampai Juni naik 24 persen," kata Joko dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Joko menyebutkan, ekspor produk sawit secara keseluruhan sepanjang Januari-Juni 2020 mencapai US$ 10,06 miliar (- 11%) akibat melemahnya permintaan pasar terhadap komoditas ini. Melemahnya permintaan dipengaruhi penerapan karantina wilayah (lockdown) di sejumlah pasar utama ekspor sawit, yakni China turun sebesar 43%, Bangladesh 22%, Timur Tengah 18%, Afrika 11% dan Uni Eropa 9%.

Namun di sisi lain, ekspor oleokimia justru mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 24 % dibandingkan periode Januari-Juni 2019.Meski begitu Joko berharap nilai ekspor sawit masih dapat bertahan dan menyamai kinerja 2019 yakni di kisaran US$20 miliar.

Kesempatan sama Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat menjelaskan, volume ekspor oleokimia pada Januari-Juni mencapai 1,8 juta ton dengan nilai US$1,3 miliar. Rapolo memroyeksikan jika permintaan terus meningkat total ekspor oleokimia hingga akhir tahun dapat mencapai 3,7 juta ton dengan nilai US$ 2,6 miliar.

Jika dibandingkan dengan sebelumnya, ekspor oleokimia pada 2018 hanya mencapai 2,8 juta ton dengan nilai US$ 2,4 miliar.Kemudian, volume ekspor pada 2019 melonjak hingga 3,2 juta ton, namun dari segi nilai terdapat penurunan menjadi US$2 miliar

Sementara itu, untuk pasar dalam negeri juga terjadi peningkatan konsumsi. Paruh pertama tahun ini, konsumsi domestik sudah mencapai 1,6 juta ton, atau terjadi peningkatan hingga 38 % dari periode yang sama tahun lalu sebesar 1 juta ton.

"Baik untuk ekspor maupun konsumsi dalam negeri, produk oleokimia mengalami peningkatan. Memang betul bahwa hampir semua penduduk dunia mengantongi alat sanitasi dalam kegiatan aktivitasnya," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: