PLN bakal ganti pembangkit tenaga diesel berusia di atas 15 tahun ke EBT

Kamis, 13 Agustus 2020 | 09:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) tengah menggenjot daya pembangkit listrik berbasiskan energi baru terbarukan ( EBT). Salah satunya dengan mengurangi jumlah pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pihaknya siap mengganti PLTD yang sudah berusia di atas 15 tahun dengan pembangkit listrik berbasiskan EBT.

"Ini lah saatnya kita ingin mengganti diesel yang sudah di atas 15 tahun itu dengan pembangkit lain, inilah kesempatan PLN menggantiya dengan EBT," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (12/8/2020).

Guna merealisasikan hal tersebut, Zulkifli mengaku terbuka atas masukan dari berbagai pihak atas potensi pembangunan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

"Kita menanti, kita menunggu usulan-usulan yang inovatif untuk mengganti diesel kita dengan EBT," ujarnya.

Selain mengganti PLTD, PLN juga berencana mengurangi penggunaan solar sebagai bahan bakar diesel, atau disebut dieselisasi.

Selain bertujuan untuk menggenjot pembangunan pembangkit listrik berbasiskan EBT, dieselisasi juga dilakukan guna menekan angka impor solar sebagai bahan bakar utama PLTD.

"Kita tahu solar itu harus diimpor, sehingga intinya kita mencari sumber energi yang lebih green tetapi juga tidak impor," tutur Zulkifli.

Kedua program tersebut dilaksanakan PLN guna merealisasikan target kapasitas pembangkit listrik berbasis EBT mencapai 12,8 Giga Watt (GW) pada 2024, seperti yang tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RPJPP).

Sebagai informasi, sampai dengan akhir 2019, realisasi daya pembangkit yang terpasang baru mencapai 7,8 GW. Dengan demikian, masih ada defisit 5 GW untuk dapat mencapai target yang dipasang perseroan pada 2024.

Bahkan, jika mengacu kepada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), defisit kapasitas pembangkit listrik EBT jauh lebih besar.

"Untuk tahun 2024, RUPTL menargetkan 16,3 GW, sehingga ada selisih antara RPJPP dan RUPTL sebesar 3,5 GW. Dan tahun 2025 pemerintah sudah mengatakan bahwa kita ingin mencapai 23 persen EBT di tahun 2025," ucap Zulkifli. kbc10

Pedoman Media Siber

©2020 PT. Kompas Cyber Media

Bagikan artikel ini: