Wow! Dmillers Racing Team ikat Sultan Herex senilai Rp1 miliar

Selasa, 11 Agustus 2020 | 22:05 WIB ET
CEO Dmillers Group Gunawan (kanan) bersama Sultan Herex Qbot (tengah) dan Manager Dmillers Racing Team Roy usai penandatanganan MoU.
CEO Dmillers Group Gunawan (kanan) bersama Sultan Herex Qbot (tengah) dan Manager Dmillers Racing Team Roy usai penandatanganan MoU.

SURABAYA, kabarbisnis.com: mewujudkan komitmennya sebagai trend setter hingga sentral pengembangan teknologi motor-bike terkini, Mega Team Karapan motor-bike di Surabaya, Dmillers Racing Team mulai mengambil langlah strategis dengan mengikat kontrak rider andalan.

Hal itu ditunjukkan dengan dilakukannya penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara manajemen Dmillers Racing Team dengan Sultan Herex Qbot.

Menariknya, nilai kontraknya cukup fantastis, yakni menembus Rp 1 miliar untuk satu musim kompetisi atau setahun. Asal tahu saja, nominal kontrak itu adalah yang terbesar sepanjang sejarah perjalanan balap roda dua di Tanah Air selama ini.

Kalau direview ke perjalanan Sultan Herex Qbot, nilai kontrak fantastis ini sebanding dengan konsistensi dan perjuangan Qbot, dalam menggairahkan karapan motor-bike 600 cc up sampai dengan 1000 cc up, sejak 6 tahun silam.

Selain menjabat sebagai rider, Qbot juga menjadi Brand Ambasador Dmillers Racing Team. Sekaligus, merangkap bintang iklan dan konsultan option part DRT, yang sebentar lagi diluncurkan oleh Dmillers Group.

"Sekali lagi, kebijakan nilai kontrak ini juga sebagai pembuktian, bahwa Management Dmillers Racing Team, serius pada progress pembentukan Dmillers Racing Team, yang diklaim sebagai Mega Team Karapan di tahun 2020 ini," kata Roy Manager Dmillers Racing Team, Surabaya, Selasa (11/8/2020).

Sementara itu untuk formasi motor-bike dan kelas yang akan diikuti, Sultan Herex Qbot resmi berlaga di kelas motor-bike 600 cc up sampai dengan 1000 cc up.

Selain itu juga ada nama Rendy dan Irul Tole, turun di kelas 250 cc up. Selain itu, ada tambahan kelas lain yang akan diikuti, sesuai dengan fenomena kelas motor-bike yang dinilai paling booming, seperti sport 2 tak 155 rangka standard.

Gunawan selaku CEO Dmillers Group yang menaungi Dmillers Racing Team menjelaskan, ke depan, keberadaan Dmillers Racing Team selain untuk prestasi di kompetisi, sentral research and development option part DRT, juga akan ada program Dmillers Tour Go To School.

"Di aktivitas Dmillers Tour Go To School kita akan kenalkan squad Dmillers Racing Team, Surabaya ke remaja milenial di beberapa SMA maupun SMK di Surabaya. “Sebagai sarana interaksi langsung ke remaja, soal apa itu karapan liar dan resmi," jelasnya.

Nantinya, sambung Roy, pelaku karapan resmi yaitu rider-rider Dmillers Racing Team, Surabaya, akan menjelaskan panjang lebar, hingga mengupasnya. Bagaimana dan apa sebab akibat karapan liar, agar segera meninggalkan karapan liar.

"Point ini saya proyeksikan untuk merubah pola pikir remaja belakangan ini yang memprihatinkan dan segera beralih ke event presstasi, yaitu karapan resmi," timpal Gunawan.

Hal ini sekaligus sebagai implementasi proses perjuangan dan kehidupan Gunawan saat remaja, hingga berada di titik sukses seperti ini, yang sempat jadi pelakunya.

"Singkat cerita, saya bersama Management Dmillers Group, ingin mengentaskan remaja, agar bisa mengulang dan merefresh mengawali kehidupan dengan mindset yang transparan, sehat dan berperilaku normatif. Sekaligus sebagai bentuk sosialisasi dan campaign, bahwa Dmillers Racing Team anti balap liar," tandas Gunawan.

Terkait program, selain meramaikan karapan motor-bike di Tanah Air, Dmillers Racing Team juga bakal aktif menggelar even karapan motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up.

Tapi, untuk even karapan regular di Jawa Timur, pihaknya menargetkan bisa membeli kelas dan mengkoordinasinya dengan pelakunya, baik tim maupun privater.

Dengan maksud, berusaha menjadikanya sebagai preview dan sosialisasi kelas motor-bike 250 cc up sampai dengan kelas 1000 cc up. "Agar tak sampai dihadapkan dengan problem kurang idealnya quota peserta," sebut Sultan Herex Qbot.

"Kalau hanya menunggu bola, berat untuk eksistensi motor-bike 250 cc up sampai dengan 1000 cc up, mengingat intensitas kompetisi-nya dalam setahun tak sampai 7 even," timpal Gunawan.

Secara konsep event, pihaknya rencananya akan menggelar di empat provinsi, yaitu Jabar, Jateng, Jatim dan Bali. Kalau Jabar dan Jateng, sudah mendapatkan ilustrasi total peserta aktif.

"Tinggal mengkaji wilayah Jatim dan Bali. Kesanya peserta masih musiman, meskipun ada beberapa yang aktif berlaga," ujar Roy. kbc7

Bagikan artikel ini: