Dmillers Racing Team launching tim dan gelar simulasi karapan

Senin, 10 Agustus 2020 | 15:39 WIB ET
Gunawan (tengah kaos biru), owner Dmillers Racing Team Surabaya.
Gunawan (tengah kaos biru), owner Dmillers Racing Team Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Para penggemar motor-bike di Surabaya dan sekitarnya kini memiliki jujugan untuk mewadahi keinginannya untuk melakukan upgrade performa dan tampilan motornya.

Pasalnya, kini di Surabaya telah hadir Dmillers Racing Team Surabaya yang akan merangkul para penggila kecepatan motor tersebut.

Adalah Gunawan , owner Dmillers Racing Team sekaligus kolektor motor-bike dan roda empat dengan mengemas gelaran launching timnya bertajuk “Launching Team & Simulasi Uji Coba Kawasaki H2” di sirkuit international GBT, Surabaya, akhir pekan lalu.

Dihadiri oleh penggila kecepatan Surabaya, akrab disebut sebagai partner, kerabat dan kolega Gunawan. “Puji syukur, cukup banyak mendapat dukungan dan apresiasi dari tim-tim karapan roda dua dan roda empat, yang lebih dulu berlaga," kata Gunawan. 

Di segmen roda empat, networking ayah dua anak itu cukup banyak. Mengingat, saat mengawali hobi otomotif, Gunawan lebih dulu bermain roda empat, dengan brand global product, seperti BMW, Subaru, Toyota dan Mercedes Benz. 

Hobinya hampir sama roda dua, yaitu up grade performa mesin, suspensi, modifikasi eksterior, interior, berikut audio. Sebab, terpikatnya dengan otomotif, Gunawan awalnya penasaran terhadap teknologi yang diaplikasi roda empat. 

"Jika hanya teori tapi nggak paham kan percuma. Dasar itu, harus memahami performa langsung, sebagai pembanding dari analisa berbagai teknologi yang diaplikasi," ucap Gunawan. Dari sini awal mula cerita Gunawan, menjadi kolektor roda empat dengan brand global product yang identik hi-tech. 

Bedanya, kalau Dmillers Racing Team, diproyeksikan ke karapan roda dua. Sebab, Dmillers Garage itu sejatinya sebutan rumah yang disulap jadi Garage di seputaran Citraland, Surabaya, khusus untuk menyimpan motor-bike koleksi Gunawan. 

Dengan klasifikasi rata-rata high performa, hi-tech dan unik. Tersedia kapasitas mesin dari 110 cc hingga 1000 cc. Seperti Kawasaki H2, ZX-6R, CBR 250RR, R25, KRR 150, Ninja R150 dan F1Z R Marlboro Edition. 

Dan memang nyambung, ketika dipakai sebagai basic karapan. Itu artinya, secara level dan kekuatan amunisi, nama Dmillers Racing Team, Surabaya terklasifikasi sebagai Mega Team. 

Hingga membangun persepsi, bahwa Gunawan menjabani, mendukung serta menggairahkan ajang kompetisi motor-bike 250 cc up, yang 6 tahun silam telah digelar. 

Tapi, pertimbangan hadirnya Kawasaki KRR 150 Thailand Version, untuk meramaikan kelas sport 2 tak 155 cc Rangka Standar. “Maka, event karapan regular, sepakat akan kita ikuti," tegas suami Kelly Shintana itu. 

Rangkaian acara, juga berlangsung simulasi karapan yang sifatnya happy n fun. Meski begitu, tetap dilengkapi sensor catatan waktu, lengkap dengan marshal yang dihandel Coin’s. 

Termasuk uji coba performa speed Kawasaki H2 oleh Sultan Herex Qbot. Diklaim sebagai motor-bike yang memiliki top speed terkencang di dunia. Tapi, akselerasinya mulai dibantah dan dipatahkan oleh ZX-14R. 

Sebab, power bawah diklaim lebih bengis ZX-14R di rentang kecepatan 0 - 65 KM/Jam. “Itu karena turbocharger H2, mulai aktif di gasingan tengah," sebut Gunawan. 

Berjalannya simulasi karapan, menandai diperkenalkanya formasi rider Dmillers Racing Team, Surabaya, di hadapan masyarakat racing Jawa Timur yang kebetulan diundang merapat di sirkuit GBT, Surabaya. 

Sementara untuk formasi rider, kelas 600 cc up s/d 1000 cc up, digawangi Sultan Herex Qbot. Biasa berlaga di karapan motor-bike kelas para raja, dengan panjang lintasan 600 meter sampai 1200 meter. 

Bahkan, nama Sultan Herex Qbot menjadi Brand Ambasador Dmillers Racing Team, Surabaya. Tapi, sampai berita ini diturunkan, Sultan Herex Qbot, masih mencari gaya membawa H2 paling sempurna. Dengan kondisi traction control dinonaktifkan. 

Sedang di kelas 250 cc up, dibela Irul Tole dikenal sebagai rider kawak. Sempat pula ekspansi menjadi tuner sport 4 tak 250 cc di 2014. Kali ini Tole menunggang Yamaha R25, dengan blok silinder dan silinder cop milik Yamaha R3 Europe Version, hasil garapan Max. 

Termasuk nama Rendy ex rider road race kelas pemula, juga berlaga di kelas sama. Rendy saat di road race dikenal memiliki teknik cukup piawai. Rendy dipercaya memacu CBR 250RR dan lagi mencari best performa KRR 150. 

Dan ketika mereview perjalanan Dmillers Racing Team, Surabaya, sebenarnya awal start terhitung sejak akhir 2019. “Sebagai fase penjajakan, adaptasi dan pemantapan di karapan," tandas Roy, Manager Dmillers Racing Team.

Saat itu, Dmillers Racing Team aktif melurug di kelas motor-bike 250 cc up, di event karapan luar provinsi, dengan rider Asep Robot, H. Taufik Ompong dan Ricko Bochel. 

Dan divisi teknik dihandel Max Iqueteche, dengan workshop di kawasan Pakal, Benowo, sampai dilaunchingnya Dmillers Racing Team, Surabaya. 

Ternyata di masa pandemi 4 bulan silam, merupakan hikmah bagi Dmillers Racing Team. “Peluang riset dan pengembangan up grade performa mesin terbaru, lebih berjalan," ungkap  Roy. 

Berikut mengatur strategi tim, sehubungan tarjet dan pencapaian prestasi di ajang kompetisi karapan. Setelah semua susunan strategi tim telah matang dan dihandel oleh masing-masing spesialis di bidangnya. “Menjadi momen yang tepat, untuk segera ikut menggairahkan event karapan di tanah air," tambah Gunawan. 

Sementara itu sebagai upaya langkah bijak, untuk mengikuti aturan yang telah disosialisasi pemerintah, di special event ini, pihaknya elah menyiapkan masker gratis dan hand sanitizer. 

"Tim umbrella girl sengaja kita tugaskan untuk membagikan masker, ke masyarakat racing yang kebetulan merapat di sirkuit GBT, Surabaya. Demikian juga dengan hand sanitizer, stand by di meja dan untuk umum. Ini sebagai bentuk kepedulian dan bijak melawan pandemi," pungkas Roy. kbc7

Bagikan artikel ini: