Pendapatan daerah anjlok 17 persen terimbas Covid-19

Jum'at, 7 Agustus 2020 | 17:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan daerah terus mengalami penurunan akibat terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini seiring adanya realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah untuk penanganan Covid-19.

Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto mengatakan pendapatan daerah sudah anjolk hingga 17%. Hal ini memberikan dampak pada berkurangnya belanja.

"Anggaran daerah secara nasional turunnya hampir 17% pendapatannya. Dari segi belanja harus realokasi yang mengakibatkan berkurangnya belanja," kata Astera dalam diskusi virtual, Jumat (7/8/2020).

Dikatakannya, agar keuangan daerah tidak merugi, program pinjaman kredit pun diberika. Hal ini agar bisa menopang ekonomi daerah yang telah tertekan.

"Kita kucurkan pinjaman PEN ini, dilihat kesesuaiannya. apakah program yang diajukan sesuai concern pemerintah pusat," jelasnya.

Dia pun menambahkan, saat ini bantuan untuk daerah senilai Rp27 triliun sesuai dengan pagu anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Adapun anggaran itu juga termasuk penanganan Covid-19.

"Pagu anggaran PEN Rp695,2 triliun. Dukungan untuk Pemda Rp 27 triliun didedikasikan untuk Pemda. Rinciannya dana itu tambahan pemulihan ekonomi nasional (PEN) Rp5 triliun lalu untuk dana alokasi khusus(DAK) Rp8,7 triliun lalu cadangan DAK fisik Rp8,7 triliun, hibah pariwisata Rp3,3 triliun, pinjaman PEN daerah Rp10 triliun," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: