Diminati pasar global, pemerintah dorong daya saing industri kreatif

Kamis, 6 Agustus 2020 | 11:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan daya saing industri kreatif dan industri desain produk. Pasalnya, sektor ini berpotensi memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional. Apalagi saat ini berbagai produk dan desain produk nasional di sektor industri kreatif semakin diminati pasar global. 

Berdasarkan Global Industrial Design Market 2020 Research Report, nilai pasar global dari desain produk industri masih cukup besar. Pada 2019, nilainya mencapai US$45,38 miliar dan akan menembus US$65,41 miliar pada 2026.

“Tingkat pertumbuhan produk industri tersebut, diproyeksi sebesar 5,3 persen pada periode 2021 sampai 2026. Ini menunjukkan besarnya peluang di sektor desain produk industri yang dapat terus dioptimalkan di tengah tantangan kondisi global, termasuk dampak dari pandemi Covid-19," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Gati menyatakan, pemerintah terus berupaya memberikan ruang lebih lebar bagi para pelaku industri kreatif dan desainer nasional agar semakin aktif menciptakan beragam karya terbaiknya. Terutama yang berpotensi diminati pasar internasional. 

“Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu industri membutuhkan pembinaan dan apresiasi. Sehingga prioritas kami pembinaan kepada industri,” jelasnya.

Salah satu pembinaan yang dilakukan guna meningkatkan kesadaran industri terkait pentingnya suatu desain yakni Design Laboratory Bali Creative Industry Center (Design Lab BCIC). Melalui laboratorium tersebut, Kemenperin membimbing agar produk yang dihasilkan sentra industri bisa berorientasi pasar, terutama melalui ideation research value dan creation research design. 

“Upaya tersebut kami lakukan dengan memberikan pendampingan desainer bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di sentra. Tahu lalu, kami telah mendampingi sentra IKM batik dan sentra IKM perhiasan dari Kulonprogo, DIY,” tutur Gati. 

Dengan pendampingan oleh desainer, lanjut Gati, pelaku IKM akan menemukan beragam ide baru yang dapat diimplementasikan ke desain produk mereka. Setelah itu, IKM akan diberikan fasilitas untuk pembuatan prototype desain hasil rancangannya.

Gati menambahkan, pihaknya senantiasa melibatkan akademisi dan praktisi bisnis demi memberikan pendampingan dalam meningkatkan efisiensi proses bisnis IKM. Mereka akan mendapatkan materi mengenai business opportunity, manajemen strategi, pemasaran, operasi, keuangan dan SDM.

“Keseluruhan proses tersebut diharapkan akan menghasilkan produk sentra kerajinan dan fashion berkualitas. Sekaligus berorientasi pasar atau sesuai dengan prinsi good design, reasonable price,” tuturnya. 

Hal kedua yang dilakukan Kemenperin yakni memberikan apresiasi melalui penyelenggaraan Indonesia Good Design Selection (IGDS) Tahun 2020. IGDS merupakan penghargaan tertinggi untuk desain produk industri terbaik yang diberikan oleh pemerintah kepada desainer produk industri dan atau perusahaan industri, yang tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-17 kalinya. 

IGDS memiliki dua tujuan utama, yaitu mendorong partisipasi desainer dan perusahaan industri guna mengembangkan dan meningkatkan kualitas desain produk industri. Selain itu mengembangkan produk terbaik melalui peningkatan kualitas desain, kebaruan dan inovasi, serta berkarakter Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: