Masyarakat ogah naik angkutan umum di masa pandemi, ini strategi Kemenhub

Kamis, 6 Agustus 2020 | 11:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 membuat masyarakat enggan untuk menggunakan angkutan umum demi mencegah penyebaran wabah. Padahal sebelum pandemi, penggunaan kendaraan pribadi sudah lebih tinggi dari kendaraan umum.

Berbagai langkah perbaikan pun dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menarik minat masyarakat kembali menggunakan angkutan massal. Di samping tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemi Covid-19, tentunya masyarakat masih merasa waspada untuk menggunakan angkutan umum terutama dari adanya interaksi dengan pengguna lain," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam webinar SBM ITB, Rabu (5/8/2020).

Dia meyebutkan, pemerintah berusaha melakukan upaya pemulihan dengan memastikan ketersediaan layanan angkutan umum massal dan menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan. Mulai dari titik pemberangkatan, selama perjalanan, hingga titik kedatangan. 

Selain itu, dalam mendorong penerapan protokol kesehatan, pemerintah juga memaksimalkan penggunaan intelligent system, untuk meminimalkan kontak saat pembelian tiket atau pembayaran. 

"Sehingga diterapkan cashless payment, digital information, system apps, dan disiplin physical distancing," kata Budi Karya.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong integrasi antar moda transportasi. Sehingga diharapkan pengguna angkutan umum tidak perlu berjalan jauh untuk berpindah dari satu moda ke moda lainnya. 

Lewat integrasi jadwal dan sistem tiket, pengguna angkutan umum akan dapat kepastian jadwal, tak perlu menunggu terlalu lama untuk berpindah dari satu moda ke moda lainnya. "Juga tidak perlu membayar berkali-kali untuk moda yang berbeda," kata Budi Karya. kbc10

Bagikan artikel ini: