Awal Agustus, penyaluran FLPP sudah tembus Rp7,9 triliun untuk 78.251 unit rumah

Rabu, 5 Agustus 2020 | 22:56 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menyatakan, sampai dengan awal Agustus 2020 penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Rakyat (FLPP) mencapai Rp 7,93 triliun untuk 78.251 unit rumah.

"Realisasi FLPP sampai Selasa (4/8), PPDPP telah menyalurkan dana sebanyak Rp7,93 triliun yang diperuntukan bagi 78.251 unit rumah,” ungkap Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin, dalam siaran pers, Rabu (5/8/2020).

Menurut Arief, total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga 2020 telah mencapai Rp52,30 triliun yang diperuntukkan bagi 733.853 unit rumah.

"PPDPP yang kini telah berusia 10 tahun semakin gencar untuk terus melakukan berbagai peningkatan layanan melalui pengembangan teknologi kedepan," ujarnya.

Sementara itu, penyaluran dana FLPP pada periode yang sama ini disalurkan tertinggi oleh bank BTN sebanyak 39.942 unit, dilanjutkan oleh BNI sebanyak 7.682 unit, BTN Syariah sebanyak 6.591 unit, BRI Syariah sebanyak 5.275 unit, BJB sebanyak 2.990 unit, BRI sebanyak 2.205 unit, Bank Mandiri sebanyak 1.415 unit.

Bank NTB Syariah sebanyak 1.101 unit, Bank Artha Graha sebanyak 1.027 unit, Bank Sumselbabel sebanyak 991 unit dan sisanya disalurkan oleh bank pelaksana lainnya.

Arief Sabaruddin menyampaikan, apa yang dilakukan PPDPP saat ini dan ke depan adalah untuk membangun layanan pembiayaan perumahan yang lebih baik.

"Untuk ke depan, Kempupera akan memiliki big data yang tersaji di aplikasi SiKasep. Baik dari sisi permintaan akan perumahan, dari sisi penyediaan perumahan, kuota bank dan sisi pemantauan terhadap kualitas rumah subsidi,” tandas Arief.

Bagikan artikel ini: