Tergencet Covid-19, ekonomi Jatim triwulan II minus 5,9 persen

Rabu, 5 Agustus 2020 | 22:20 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi virus corona atau Covid-19 telah menyebabkan ekonomi Jatim tumbuh negatif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan Kinerja ekonomi Jawa Timur sepanjang triwulan II/2020 tercatat Perekonomian Jawa Timur Triwulan II-2020 terkontraksi 5,90 persen. 

"Sebagian besar lapangan usaha mengalami kontraksi, namun beberapa lapangan usaha memiliki pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,39 persen, diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,95 persen dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 7,46 persen," ujar Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan di Surabaya, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, peningkatan pertumbuhan ekonomi Jatim secara year on year (y-on-y) cukup signifikan terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,39 persen. Kondisi ini terutama didorong adanya pemberlakuan WFH (Work From Home) dan SFH (School From Home) sehingga meningkatkan trafik data provider seluler. Selain itu, meningkatnya penggunaan aplikasi rapat virtual seperti Zoom Meeting, seminar daring/webinar juga turut mendukung kinerja ekonomi Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi. 

Meski demikian, struktur perekonomian Jawa Timur menurut lapangan usaha Triwulan II-2020 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Lapangan Usaha Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 30,05 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 17,40 persen, serta Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 14,11 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,80 persen, diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 0,62 persen, dan Jasa Pendidikan sebesar 0,09 persen.

"Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, maka ekonomi Jawa Timur Triwulan II-2020 terkontraksi 5,45 persen. Sebagian besar lapangan usaha mengalami kontraksi, terutama Lapangan Usaha Jasa Lainnya terkontraksi 35,40 persen, diikuti Transportasi dan Pergudangan terkontraksi 27,50 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum terkontraksi 18,41 persen," tambahnya.

Beberapa lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif adalah Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tumbuh 27,26 persen, Informasi dan Komunikasi tumbuh 6,41 persen, Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang tumbuh 1,81 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh 1,35 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh 1,23 persen.

"Sementara pertumbuhan ekonomi kumulatif Jawa Timur sampai dengan Triwulan II-2020 terkontraksi 1,51 persen (c-to-c). Sebagian besar lapangan usaha mengalami kontraksi, namun ada beberapa lapangan usaha memiliki pertumbuhan positif," terang Dadang. 

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi tumbuh 10,09 persen, diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh 9,03 persen, Real Estate tumbuh 4,85 persen, serta Jasa Pendidikan tumbuh 4,81 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: