Gaet wisatawan, pemerintah bakal bagi-bagi voucher hotel hingga diskon tiket pesawat

Rabu, 5 Agustus 2020 | 12:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tengah mengkaji insentif bagi wisatawan untuk mendorong kunjungan pariwisata di sejumlah destinasi di Tanah AIr. Insentif yang akan diberikan nantinya berupa voucher hotel, restoran dan diskon tiket pesawat.

"Ini sedang dibahas juga dengan Kementerian Keuangan supaya bagaimana ada insentif kepada wisatawan sehingga wisatawan nanti tertarik. Misalnya yang banyak diusulkan seperti voucher hotel, restoran dan diskon tiket penerbangan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Dampak Covid-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gema di Jakarta, Selasa (4/7/2020).

Ari mengatakan, usulan pemberian insentif bagi wisatawan ini memang sudah pernah dicanangkan pada awal tahun saat terjadi penurunan kunjungan wisatawan. Namun tertunda seiring dengan meningkatnya pasien Virus Corona di Indonesia dan penutupan beberapa tempat wisata.

"Itu memang sudah pernah dibahas. Kita lihat ke depan kalau memang sudah banyak daerah terbuka dan membutuhkan insentif itu maka mungkin Kemenkeu akan kembali mempersiapkan insentifnya dan mengeksekusi tersebut," paparnya.

Pemberian insentif tersebut, kata Ari, untuk mendukung kunjungan pariwisata dari sisi permintaan atau demand. Untuk pelaku usaha sendiri, pemerintah sudah memberikan dukungan berupa pinjaman lunak melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD).

"Kita ingin menyelamatkan industrinya, ada yang disalurkan ke BPD, ada pinjaman yang menarik di industri wisata dan ekraf. Kalau sudah baik, beberapa daerah masuk zona sedang, akan dikeluarkan insentif sehingga supply dan demand terjaga. Supply sudah kita tangani melalui bansos, industrinya kita beri pinjaman lunak," tandasnya.

Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemberian diskon tiket dan sejumlah insentif tarif hotel untuk 10 daerah wisata di Indonesia tidak akan menambah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Tidak, insentif itu kan kita berikan kepada wisatawan dari daerah-daerah yang sudah diperkirakan tidak menjadi episentrum dari virus corona," kata Presiden. kbc10

Bagikan artikel ini: