Okupansi hotel hanya 19,70 persen pada Juni 2020, terparah di Bali

Selasa, 4 Agustus 2020 | 11:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia alias okupansi rata-rata hanya 19,70 persen pada Juni 2020. Angka ini turun 32,57 poin dibandingkan TPK Juni 2019 yang sebesar 52,27 persen. Penyebab turunnya tingkat hunian hotel tersebut karena pandemi Covid-19.

Dikutip dari data BPS, Senin (3/8/2020), jika dibanding dengan TPK Mei 2020 yang tercatat 14,45 persen, TPK Juni 2020 mengalami kenaikan sebesar 5,25 poin. TPK tertinggi tercatat di Provinsi Maluku sebesar 38,75 persen, diikuti Provinsi Lampung sebesar 34,73 persen, dan Provinsi Kalimantan Timur sebesar 34,62 persen. Sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Bali yaitu sebesar 2,07 persen.

Penurunan TPK hotel atau tingkat hunian hotel dengan klasifikasi bintang ini tercatat di seluruh provinsi, kecuali Provinsi Maluku yang mengalami kenaikan sebesar 8,56 poin.

Penurunan tertinggi terjadi di Provinsi Bali yaitu sebesar 58,30 poin. Diikuti Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 48,81 poin, dan Provinsi Bengkulu sebesar 37,06 poin. Sedangkan penurunan terendah tercatat di Provinsi Jambi yaitu sebesar 11,19 poin.

Jika dibandingkan dengan tingkat hunian hotel pada Mei 2020, terjadi kenaikan di 31 provinsi, dengan kenaikan tertinggi tercatat di Provinsi Lampung yaitu sebesar 20,37 poin. Diikuti Provinsi Maluku sebesar 17,80 poin, dan Provinsi Sumatera Selatan sebesar 13,15 poin. Sedangkan kenaikan terendah tercatat di Provinsi DKI Jakarta yaitu sebesar 2,15 poin.

Sebelumnya, BPS mencatat okupansi hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Mei 2020 rata-rata 14,45 persen atau turun 29,08 poin dibandingkan TPK Mei 2019 yang sebesar 43,53 persen.

Sementara, jika dibanding dengan TPK April 2020 yang tercatat 12,67 persen, TPK Mei 2020 mengalami kenaikan sebesar 1,78 poin. kbc10

Bagikan artikel ini: