Kimia Farma pangkas biaya rapid test jadi di bawah Rp100 ribu

Kamis, 30 Juli 2020 | 16:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski sempat ada keluhan masyarakat terkait biaya rapid test Covid-19 yang mahal, namun kini PT Kimia Farma (Persero) Tbk telah mengikuti ketentuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan mematok tarif Rp 150 ribu per tes.

Direktur Produksi & Supply Chain Kimia Farma Andi Prazos bahkan mengatakan, pihaknya akan menurunkan lagi tarif rapid test di bawah Rp 100 ribu.

"Mudah-mudahan bisa kita jual di bawah Rp 100 ribu supaya membantu masyarakat," kata dia dalam paparan kinerja secara virtual, Rabu (29/7/2020).

Perusahaan farmasi pelat merah itu bakal menurunkan biaya setelah pengembangan fasilitas untuk memproduksi rapid test di Denpasar, Bali rampung.

Targetnya, Kimia Farma bakal meluncurkan rapid test murah tersebut pada pertengahan bulan depan. Dengan demikian masyarakat bisa terbantu dengan biaya yang terjangkau.

"Pertengahan Agustus kita bisa launching rapid test yang murah yang bisa juga membantu masyarakat, sehingga menjadi kebutuhan lifestyle, bisa mendapatkan rapid test COVID dengan murah," ujarnya.

Melanjutkan, Dirut Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan pihaknya telah menyediakan layanan rapid test di 13 bandara dan 5 pelabuhan penyeberangan sesuai tarif yang diatur pemerintah.

"Bahwa untuk rapid test yang sekarang berjalan kita sudah mem-back up 13 bandara termasuk Cengkareng, dan lain sebagainya. Itu kita mengikuti apa yang sebagai anjuran pemerintah. Itu sudah berjalan di 13 bandara dan 5 tempat penyeberangan Ferry," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: