Mematahkan mitos minyak sawit picu kolesterol darah

Selasa, 28 Juli 2020 | 13:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ada anggapan di sementara kalangan yang beranggapan mengkonsumsi minyak kelapa sawit (crude plam oil/CPO) akan meningkatkan kolesterol darah, sehingga akan memicu penyakit kardiovaskuler .Anggapan minyak sawit berbahaya bagi kesehatan ini gencar digaungkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di negara industri maju yang kerap melakukan kampanye hitam untuk memboikot CPO.

GM Apical Marunda Lim Teck Guan mengatakan anggapan minyak kelapa sawit akan meningkatkan kolesterol jahat tidak lebih dari mitos. Menurutnya, tidak ada satu pun riset dan jurnal kedokteran yang menyebutkan minyak sawit mengandung asam lemak trans (Trans Fatty Acid/TFA). Justru hal itulah keunggulan minyak kelapa sawit dibandingkan minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari.

”Minyak sawit itu unik. Ketika diolah tidak perlu melalui proses hidrogenisasi karena karakteristiknya stabil karena minyak kelapa sawit mengadung hampir 50% asam jenuh dan 50% asam tidak jenuh,” ujar Lim dalam webinar Nutrisi Minyak Sawit untuk Hidup Sehat di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Sementara minyak kedelai, sambung Lim harus diproses melalui hidrogenisasi. Hal inilah yang menyebakan minyak kedelai mengadung asam lemak trans. Karena karakteristik minyak kedelai ketika di suhu penggorengan menjadi tidak stabil . Berbeda dengan minyak kelapa sawit, minyak kedelai hampir 90%  mengandung asam lemak tidak jenuh.

Di kesempatan sama, dr Hertika Ketty menerangkan minyak kelapa sawit memiliki lemak jenuh dengan tingkat rata-rata yang standar. Mengutip  penelitian (Odia et Al 2015) tentang pengaruh penggantian minyak kelapa sawit dengan lemak dan minyak lainnya pada biomarker penyakit jantung yang ditetapkan. Prosesnya menghasilkan campuran perubahan penanda penyakit jantung bawaan dan penyakit kardiovaskular yang menguntungkan dan tidak menguntungkan.

Penelitian tersebut diperoleh hasil yaitu perubahan menguntungkan yang jelas terjadi ketika minyak kelapa sawit menggantikan kandungan TFA. Dengan komposisi seimbang, minyak kelapa sawit dinyatakan sebagai minyak goreng nabati yang paling cocok dibandingkan dengan minyak nabati lain.

”Jika digunakan untuk menggoreng maka stabilitasnya tinggi, tidak mudah tengik dan menghasilkan produk gorengan awet serta tidak mengandung radikal bebas tinggi,” terang Hartika.

Mengutip data European Food And Safety Authority, 2010, untuk mencapai diet sehat 25-30% dari asupan energi harian berupa lemak. Sedangkan menurut Food & Agriculture Organization 2010, 15-35% dari asupan energi harian berupa lemak.

“Jadi pada dasarnya lemak sejatinya yang sangat berguna bagi tubuh adalah kolesterol. Kandungan inilah yang berguna untuk membentuk dinding sel, empedu, hormon dan vitamin. Dan orang cenderung lupa, bahwa sebenarnya lemak yang paling sehat adalah yang berasal dari minyak nabati seperti yang terkandung dalam minyak kelapa sawit ini dan bukan hewani, dengan catatan bahwa harus tepat penggunannya dan tidak berlebihan,” pungkasnya.

Selain tidak mengandung TFA, Lim kembali menjelaskan kandungan minyak kelapa sawit kaya akan lemak dan vitamin. Minyak kelapa sawit mentah atau belum dimurnikan mengandung 60 hingga 100 mg vitamin E per 100 gram.

“Rata-rata mengandung 50-65% dari kandungan vitamin E tetap setelah pemurnian. Sebanyak 70% vitamin E dalam minyak sawit mengandung tokotrienol,” jelas Lim.

Tokotrienol bekerja lebih cepat sebagai antioksidan (zat yang dapat mencegah kerusakan atau kematian sel, kerusakan DNA dan timbulnya sel kanker atau tumor akibat terdapat radikal bebas dalam tubuh manusia). Kandungan tokotrienol sangat bermanfaat untuk melindungi otak dari lemak tak jenuh ganda dan demensia, mengurangi risiko stroke, serta mencegah pertumbuhan tumor otak. Adapun minyak nabati lainnya seperti jagung, zaitun, kedelai, dan bunga matahari justru tidak mengandung tokotrienol.

Dalam keseharian, minyak kelapa sawit tidak hanya dijadikan minyak, tapi bisa ditemukan pada mentega, es krim, cokelat, sabun, bahan mi instan, biodiesel, bahan kosmetik dan minyak goreng. Apical Marunda memiliki beberapa produk kebutuhan sehari- hari dalam bentuk mentega: Vitas, Medalia, dan minyak goreng: Camar, Harumas, dan Frybest.

Selain memiliki kandungan lemak sehat, juga dalam setiap 1 liter minyak kelapa sawit mengandung 20% Vitamin A, antioksidan tokoferol dan tokotrienol. Dengan pemakaian sehari-hari yang tepat guna, minyak sawit lebih sehat untuk kesehatan.

Lim menambahkan, minyak kelapa sawit adalah minyak sayur (nabati) yang mengandung minyak jenuh dan tak jenuh, vitamin E, beta-karoten, serta antioksidan.

Selain kaya nutrisi, minyak sawit berasal dari tumbuhan yang sangat efisien dibandingkan dengan penghasil minyak nabati lainnya. Dengan memanfaatkan lahan seluas 1 hektar pohon kelapa sawit dapat menghasilkan CPO rata-rata 3,8 ton/tahun sedangkan minyak nabati lain seperti kedelai, bunga matahari dan rapa hanya di bawah 1 ton/tahun.kbc11

Bagikan artikel ini: