Pemerintah datangkan 2 ribu TKA China garap proyek kereta Jakarta-Bandung, ini alasannya

Senin, 27 Juli 2020 | 19:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memastikan untuk mendatangkan ribuan tenaga kerja asing (TKA) China untuk menggarap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Hal itu dikatakan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah bersama jajaran Kemenaker saat meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada Senin (27/7/2020). Menaker turut didampingi Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra.

Menaker mengatakan, bahwa proyek ini masih membutuhkan sekitar 2.000 TKA China bersama 10.000 tenaga kerja lokal, sehingga, terdapat 12.000 total pekerja.

"Kami masih butuh TKA China untuk keperluan transfer ilmu dan keahlian dan jangan khawatir, Kemenaker sudah menyiapkan Tim Pengendali Orang Asing (Timpora)," ujar Ida di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Ida menyebutkan, angka 2.000 TKA China masih mungkin akan bertambah. Namun, sebelum pertambahan disetujui, Ida mengatakan harus diajukan Rencana Pengajuan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) terlebih dahulu.

"Yang pasti, mereka hadir sebagai media untuk transfer teknologi dan pengetahuan, karena mereka yang mengerjakan proyek ini di China dan negara lainnya, metode dan panduannya semuanya masih kebanyakan berbahasa China," ungkapnya.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa keberadaan TKA China bukanlah untuk permanen. "Maksimal hanya 6 bulan saja, dan dipastikan harus ada transfer teknologi dan pengetahuan," tutur Ida. kbc10

Bagikan artikel ini: