Masih ada bank belum digitalisasi, OJK: Nasabah bakal lari

Kamis, 23 Juli 2020 | 15:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong agar kalangan perbankan di Indonesia bisa segera memfasilitasi layanan dengan akses digital.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, teknologi jadi kunci utama kegiatan bisnis seperti bank untuk bisa berkompetisi. Tanpa modal tersebut, bank nantinya akan lemah dan ditinggalkan para nasabahnya.

"Kalau bank ini terlalu lemah untuk berkompetisi di industri, tinggal waktu saja pasti akan menjadi tidak kompetitif, tidak menarik produk, dan akhirnya nasabahnya tidak convenient dan akhirnya lari," ujar Wimboh dalam sesi teleconference, Kamis (23/7/2020).

Oleh karenanya, OJK juga sudah menyiapkan berbagai aturan agar bank di masa mendatang semuanya bisa terfasilitasi dengan layanan digital. "Jangan harap kalau enggak terapkan teknologi bisa berkompetisi dengan baik dan akhirnya nasabah bisa lari," tegas dia.

Dia menjelaskan, dalam menyiapkan teknologi dan layanan digital tersebut, bank bisa berkolaborasi dengan pihak lainnya. OJK disebutnya akan terus memantau pergerakan tersebut sampai semua bank nantinya bisa Terdigitalisasi.

"Digitalisasi tidak musti semua bank menginstall infrastruktur sendiri, bisa kolaborasi. Ini penting sehingga nanti kami deteksi fasilitas apa yang akan diminta kepada otoritas berkaitan dengan digitalisasi tadi," tutur dia. kbc10

Bagikan artikel ini: