BKPM sudah eksekusi investasi mangkrak senilai Rp410 triliun

Rabu, 22 Juli 2020 | 21:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  Bahlil Lahadalia melaporkan terdapat proyek investasi yang mangkrak pengerjaannya senilai Rp 708 triliun. Seharusnya di bulan Juli 2021 ini, BKPM menargetkan mampu menuntaskan 100%.

“Tapi karena pandemi Covid-19 belum kita dapat eksekusi seluruhnya. Tapi kita sudah telah mengeksekusi sebesar Rp 410 triliun atau 58%,” ujar Bahlil dalam konferensi pers  virtual di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Bahlil menegaskan tahun ini pemerintah fokus menyelesaikan investasi yang mangkrak. Apabila dapat diselesaikan tahun ini, lanjut dia dapat menjadi tabungan Indonesia pada 2021 mendatang. Bahkan, proses bisnis bisa dimulai pada tahun ini.

Bahlil mengakui masih adanya arogansi besar antar kementerian kembaga sehingga menghambat penyelesaian proyek. Selanjutnya soal pembebasan lahan. “Ada hantu-hantu di lapangan sehingga investasi-investasi tidak bisa diselesaikan. Kami sudah mampu eksekusi 58%, dan perintah presiden harusnya diselesaikan Juli ini tetapi karena Covid-19 ya susah," katanya.

Bahlil mengatakan, investasi yang diprioritaskan terutama di sektor kesehatan dan alat kesehatan untuk mengurangi beban impor. Dia menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh sektor konsumsi, sehingga bergantung pada daya beli, untuk mempertahankan daya beli harus ada lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat.

Lapangan pekerjaan menurutnya juga tidak bisa sepenuhnya disediakan oleh pemerintah, sehingga dibutuhkan investasi dari pihak swasta. "Kalau tidak dihadirkan lapangan kerja dari sektor swasta dengan baik, saya yakin kampus di Indonesia akan melahirkan pengangguran intelektual, kemudian bagaimana pendapatan masyarakat dijaga, dan bagaimana dia bisa meningkatkan modal yang masuk ke Indonesia," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: