Per Mei 2020, pembiayaan multifinance anjlok 4,58%

Selasa, 21 Juli 2020 | 12:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan multifinance hingga Mei 2020 mencapai Rp 444,85 triliun. Nilai itu turun 4,58% year on year (yoy) dibandingkan Mei 2019 senilai Rp 466,21 triliun.

Padahal pada April 2020, pembiayaan multifinance masih tumbuh 0,03% yoy menjadi Rp 458,18 triliun. Pada April 2019, tercatat senilai Rp 458,06 triliun.

PT BNI Multifinance mencatatkan pembiayaan baru pada Mei 2020 mencapai Rp 41,44 miliar. Sedangkan Juni 2020, anak perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) ini mencatatkan pembiayaan baru senilai Rp 40,35 miliar.

“Penurunan karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Banyak bisnis yang secara teknis belum pulih. Dengan demikian kebutuhan pembiayaan di sektor tersebut belum bisa dilakukan,” ujar Direktur Utama BNI Multifinance Hasan Gazali Pulungan, Senin (20/7/2020).

Komposisi pembiayaan BNI Multifinance yang telah disalurkan hingga Juni 2020 ditopang pembiayaan investasi sebanyak 61,19%. Sedangkan, pembiayaan modal kerja menyumbang 28,26% terhadap protofolio. Adapun pembiayaan multiguna porsinya 8,43% dan pembiayaan operating lease sebanyak 2,11%.

Hasan belum bisa memprediksi pembiayaan hingga akhir tahun. Sebab, beberapa perusahaan besar yang mulai menunda pembayaran, sehingga nasabah BNI Multifinance yang menjual jasa ke perusahaan tersebut juga menunda pembayaran kewajiban ke lembaga pembiayaan.

“Itu sebabnya, kami lebih ekstra hati hati melakukan pembiayaan meskipun pemberi kerjanya perusahaan yang besar. Car ownership program tetap kami jalankan, karena kolektibilitasnya 100%,” jelas Hasan.

Selain itu, BNI Multifinance akan besinergi dengan cabang Bank BNI untuk memenuhi kebutuhan cabang tersebut lantaran memiliki kolektibilitas 100%. BNI Multifinance juga akan tetap mengarap pembiayaan program operating lease yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan. kbc10

Bagikan artikel ini: