Data BI; Bunga acuan BI sudah rendah, tapi bunga kredit masih selangit

Jum'at, 17 Juli 2020 | 10:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) dalam rapat dewan gubernur (RDG) yang berlangsung Kamis (16/7/2020) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) sehingga saat ini berada di level 4,00%. 

Artinya, suku bunga acuan telah cukup rendah. Namun rata-rata suku bunga kredit di perbankan masih di kisaran dobel digit.

Untuk diketahui, sejak Juli 2019 hingga Juli 2020 BI telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 175 basis poin (bps). Bunga acuan BI turun dari 5,75% hingga kini di level 4,00%.

Dari data survei perbankan Indonesia kuartal II-2020 yang dirilis BI, rata-rata suku bunga kredit modal kerja diprakirakan menjadi 10,72% dan kredit investasi 10,75%. Kemudian untuk kredit konsumsi diprakirakan menjadi 12,93%.

"Pada jenis kredit konsumsi, penurunan suku bunga terbesar terjadi pada kartu kredit sebesar 20 bps, diikuti oleh kredit kendaraan bermotor dan kredit multiguna masing-masing sebesar 12 bps dan 6 bps," tulis laporan BI, Kamis (16/7/2020).

Kemudian pada kuartal III-2020 rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh bank atas dana nasabah yang ditempatkan atau cost of fund (CoF) dalam rupiah diprakirakan turun 22 bps dari triwulan sebelumnya menjadi 5,38%.

Sementara biaya dana yang dioperasionalkan (ditempatkan) oleh perbankan untuk memperoleh pendapatan atau cost of loanable fund (CoLF) dalam rupiah juga diprakirakan turun 9 bps menjadi 8,20%. kbc10

Bagikan artikel ini: