60 Persen calon pembeli properti tunda transaksi akibat pandemi

Rabu, 15 Juli 2020 | 11:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri properti menjadi salah satu sektor yang ikut  terkena dampak dari pandemi virus corona atau Covid-19.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita mengatakan, pasar properti nasional yang sejak akhir 2019 lalu mengalami tren positif akhirnya harus mengalami stagnasi sejak bulan Maret 2020, atau ketika kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia.

"Pandemi Covid-19 mulai terlihat dampaknya pada industri properti Tanah Air," ungkap Marine dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020). 

Berdasarkan hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2020, secara umum 60 persen responden menyatakan bahwa mereka harus menunda transaksi pembelian properti.

Dari 60 persen responden tersebut jika dilihat dari kepemilikan hunian, pemilik rumah cenderung untuk menunda transaksi properti yaitu sebesar 70 persen, dibandingkan mereka yang masih menyewa (50 persen) atau yang masih tinggal dengan orang tua (53 persen).

Hasil survei diperoleh berdasarkan 1.007 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Januari hingga Juni 2020. Survei tersebut juga menemukan, sebanyak 45 persen responden lainnya mengalami kesulitan untuk melihat properti yang akan dibeli.

Adapun 40 persen responden lainnya menghindari untuk membeli properti di komplek perumahan yang penghuninya dinyatakan positif menderita Covid-19.

Sementara itu, 33 persen responden lainnya mengalami kesulitan atau keterlambatan dalam mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah ( KPR). 

Meskipun situasi ekonomi sangat merasakan dampak dari pandemi, namun 60 persen responden memiliki intensi melanjutkan rencana pembelian hunian untuk ditinggali sendiri, baik di tahun 2020 ini maupun tahun 2021 mendatang.

Adapun mereka yang membeli properti untuk investasi hanya 39 persen responden yang masih terus akan melanjutkan pembeliannya baik tahun ini maupun tahun depan. Keinginan untuk memiliki hunian sendiri di saat harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah seperti saat ini mayoritas dinyatakan oleh mereka dari generasi milenial maupun generasi Z.

Jika dilihat dari segi usia responden maka mereka dari kelompok usia 22-29 tahun, 44 persen ingin memiliki rumah sendiri, kelompok usia 30-39 tahun sebanyak 36 persen responden, kelompok usia 40-49 tahun sebesar 27 persen responden dan kelompok usia 50-59 tahun hanya sejumlah 16 persen responden yang ingin memiliki rumah sendiri. kbc10

Bagikan artikel ini: